SUASANA SEPI: WAKA POLRES TAKALAR BERUSAHA MAINKAN SENJATA DIRUANG KERJANYA ?.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Hari Jum’at (02-10) adalah hari kelam untuk warga kabupaten Takalar Sulsel. Hari itu semua orang tahu bahwa merupakan hari yang mengajak segenap  warga Takalar untuk fokus pada rapat hak interpelasi anggota DPRD Takalar yang mengakibatkan hampir semua aparat keamanan Polres Takalar merapatkan barisan untuk mengamankan jalannya rapat para wakil rakyat menggelar hajatan prerogatifnya yang untuk pertama kali terjadi.

Kehangatan suasana rapat interpelasi di gedung DPRD Takalar ini, pun tidak disia-siakan oleh Waka polres Takalar (Baca: Kompol H.Nas) untuk membuat kehangatan diruang kerjanya dengan wanita berinisial (PA), yang menurut pengakuannya mendatangi Mapolres Takalar untuk kepentingan mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM). Dan ternyata Wanita PA belakangan diaketahui adalah seorang istri siri anggota seorang polisi.

Ada nafsu setan yang menyelimuti ruang kerja Waka Polres Takalar disaat para personil mengamankan rapat hak interpelasi yang didukung  suasana perkantoran yang sepi.

Menurut lansiran journalistindependen.com. Bahwa. PA mengakui bahwa telah dipaksa untuk mengisap ‘senjata otomatis’ milik Kompol. Nazaruddin sampe ‘Crot’. Dimana niatan PA berkunjung ke Mapolres Takalar adalah untuk membuat SIM dan mengunjungi suaminya namun tidak ketemu atau sedang tidak berada di tempat, sehingga saat itu menghubungi Kompol. Nazaruddin dengan mengatakan “dimanaki ?” dan dijawab Wakapolres “ adaka diruangan, dimanaki ini ?”.

Terkait kebenaran hal ini. Kabid Humas Polda Sulsel. Kombes. Pol. Ibrahim Tompo S. Ik. “Laporannya masih kita dalami.” Ungkapnya kepada wartawan.

Sekira kasus ini adalah fakta. Maka tidak bisa di bayangkan ganjaran apa yang akan di todongkan kepada Waka Polres Takalar Kompo (H.Nas), mengingat apa yang di lakukan berada di ruang kerjanya dan mungkin saja masih mengenakan pakaian sebagai seorang perwira kepolisian dengan lencana jabatannya. Nah dimanakah arti melayani dan melindungi ?. Memprihatinkan….(pP)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*