Lukman B. Kady Akui Punya Kedekatan Emosional Dengan komunitas  Paguyuban JAKA  Takalar.

pembaharuanpost.com.—Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Lukman B Kady melaksanakan kegiatan pengawasan APBD bersama Kerukunan Jawa Takalar (JAKA) di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri puluhan anggota paguyuban JAKA dari berbagai wilayah di Kabupaten Takalar.

Tampak hadir Ketua PKKB Paguyuban JAKA, Mas Sokip, Sekretaris Kelurahan Kalabbirang Sitti Wahida, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Kalabbirang.

Peserta yang hadir berasal dari sejumlah kecamatan di Takalar.

Di antaranya Suprianto dari Kecamatan Polongbangkeng Timur, Agus dari Kecamatan Mangarabombang, hingga Surito dari Kecamatan Pattallassang.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Tiga petak tenda berwarna biru dipasang untuk menampung puluhan peserta yang hadir mengikuti kegiatan pengawasan APBD tersebut.

Sementara itu, Lukman B Kady terlihat duduk di teras rumah tuan rumah bersama sejumlah tokoh paguyuban sebelum acara dimulai.

Dalam sambutannya, Ketua Paguyuban JAKA Mas Sokip menyampaikan harapan agar paguyuban yang selama ini berjalan dapat segera memiliki legalitas resmi.

Ia mengatakan pihaknya ingin membentuk Yayasan JAKA agar organisasi tersebut memiliki payung hukum yang jelas.

“Semoga kita bisa menjembatani Paguyuban JAKA ini sebagai Yayasan JAKA seperti di Gowa,” ujar Mas Sokip.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas dukungan Lukman B Kady terhadap paguyuban tersebut selama ini.

Menurutnya, sebelumnya Lukman pernah membantu pengadaan lahan pemakaman untuk komunitas JAKA di Takalar.

Kini, pihak paguyuban kembali berharap adanya dukungan untuk pembangunan sekretariat.

“Dan ingin dibantu buatkan sekretariat,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta.

Menanggapi hal itu, Lukman B Kady mengaku memiliki kedekatan emosional dengan komunitas JAKA di Takalar.

Dalam sambutannya, ia mengingat kembali momen saat meminta doa dan dukungan dari paguyuban JAKA ketika maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Sulsel.

“Kalau suara dari JAKA ini tidak ada, kemungkinan besar tipis saya untuk dilantik,” ujar Lukman.

Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan masyarakat yang telah mengantarkannya duduk di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurut Lukman, kebersamaan dan silaturahmi menjadi hal penting yang harus terus dijaga.
Ia juga menyinggung soal rencana pembangunan sekretariat yang kembali disampaikan pengurus paguyuban.

Dengan nada bercanda, Lukman mengaku sempat mencari tisu karena merasa “keringat dingin” saat mendengar permintaan tersebut.

Meski demikian, ia memastikan siap membantu pembangunan sekretariat JAKA.

“Insyaallah Pak Ketua, saya akan berbagi rezeki lagi untuk sekretariat ta,” katanya.

Lukman mengatakan apa yang dimilikinya saat ini tidak boleh menjadi kebanggaan pribadi semata.

Ia menilai jabatan hanyalah amanah yang sewaktu-waktu dapat berakhir.

“Yang menjadi kebanggaan adalah kedekatan dengan kita semua,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Lukman juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga hubungan silaturahmi tanpa membedakan latar belakang suku.

Ia menegaskan dirinya tidak lagi melihat siapa Jawa atau bukan karena semua sudah menjadi bagian dari masyarakat Takalar.

“Tempat ini tempat masa kecil saya di sini,” ucapnya.

Selain itu, Lukman juga mendorong pengurus paguyuban segera mengurus legalitas yayasan.
Menurutnya, legalitas penting agar organisasi lebih mudah berkembang dan mendapatkan dukungan program.

Ia bahkan meminta pengurus tidak ragu menyampaikan kendala yang dihadapi.

“Kalau ada kendala, tabe, disampaikan saja,” katanya.

Lukman juga menegaskan hubungan dirinya dengan Pemerintah Kabupaten Takalar saat ini masih berjalan baik sehingga peluang koordinasi masih terbuka.

Dalam sambutannya, ia beberapa kali disambut tawa peserta karena gaya penyampaian yang santai dan penuh candaan.

Namun di balik candaan tersebut, Lukman menekankan pentingnya kebersamaan antarwarga.

Ia juga mengajak masyarakat terus menjaga hubungan persaudaraan hingga usia lanjut.

Salah seorang anggota paguyuban, Priyanto, mengaku senang dengan kegiatan sosialisasi dan pengawasan APBD yang digelar tersebut.

Menurutnya, Lukman B Kady dinilai dekat dengan masyarakat meski banyak anggota paguyuban merupakan warga pendatang.

“Bagus sosialisasinya, dekat dengan kami meskipun bukan warga lokal dan hanya pendatang,” ujarnya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan diskusi santai antara anggota paguyuban dan Lukman B Kady terkait berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyaraka. (yunk)

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*