Bupati Daeng Manye Pantau Pembangunan Kampung Nelayan: “Takalar Harus Maju dari Laut”

pembaharuanpost.com.—– Angin laut sore di pesisir Desa Aeng Batu-Batu, Kecamatan Galesong Utara, membawa kabar baik bagi masyarakat nelayan. Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, turun langsung meninjau progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Rabu (15/10/2025).

Didampingi Kadis Perikanan H. Baso, Camat Galesong Utara Sumarlin, dan perwakilan kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Rei Samsa Anandio, Bupati memastikan proyek kebanggaan pesisir itu berjalan sesuai target.

Di lokasi, tampak papan proyek berdiri dengan jelas. Pekerjaan yang dibiayai APBN 2025 ini dilaksanakan oleh PT Adhi Karya bersama PT Trimako Abdi Konsulindo, dengan waktu pelaksanaan 114 hari kalender.

“Kami ingin memastikan semua berjalan baik di lapangan. Proyek ini bukan hanya fisik, tapi juga harapan masyarakat pesisir,” ujar Daeng Manye usai berdialog dengan para nelayan.

Bupati yang dikenal dekat dengan warganya itu sempat berbincang dengan nelayan yang sedang memperbaiki jaring dan menata perahu di tepi pantai. Obrolan santai itu memunculkan banyak masukan dari masyarakat tentang kebutuhan infrastruktur dan sarana pendukung perikanan.

“Saya senang mendengar langsung dari masyarakat. Dari mereka, kita tahu apa yang harus dibenahi,” ucapnya.

Kampung Nelayan Merah Putih sendiri dirancang sebagai kawasan terpadu — berisi hunian layak, fasilitas penunjang perikanan, serta ruang ekonomi produktif. Proyek ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi maritim Takalar.

Menurut Bupati, arah pembangunan daerah saat ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan kemandirian dan kesejahteraan rakyat.

“Arah pembangunan kita sejalan dengan Asta Cita. Nelayan Takalar tidak boleh hanya jadi penonton, tapi harus jadi pelaku utama ekonomi daerah,” tegasnya.

Kehadiran Daeng Manye di lapangan menunjukkan gaya kepemimpinan yang membumi. Ia lebih suka meninjau langsung ketimbang menerima laporan di meja kantor.

“Takalar punya potensi besar di laut. Sudah waktunya nelayan menikmati hasil pembangunan yang nyata,” pungkasnya.

Sore itu, langit Aeng Batu-Batu tampak temaram. Di antara semilir angin laut dan deru ombak, semangat baru tumbuh di hati para nelayan. Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar proyek, tapi tekad bersama untuk membangun Takalar dari laut menuju masa depan yang lebih sejahtera.(li)