Bupati Daeng Manye Lantik 138 Kepala Sekolah Di Takalar, Tegaskan Tak Ada Pungli: “Ini Murni Kompetensi”

pembaharuanpost.com.— – Pemerintah Kabupaten Takalar kembali melakukan mutasi dan pengangkatan kepala sekolah dalam lingkup Pemkab Takalar. Total 138 kepala sekolah dan 6 pejabat fungsional resmi dilantik melalui Surat Keputusan Bupati Takalar yang dibacakan pada Selasa malam (09/12/2025) di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Sulsel.

Pelantikan dimulai pukul 20.17 Wita dan berakhir pada 22.12 Wita. Suasana kantor bupati tampak penuh sesak. Puluhan keluarga para kepala sekolah memadati area trotoar penghubung menuju Ruang Pola, sebagian duduk di anak tangga, sementara lainnya berdiri di dua pintu masuk ruangan tersebut.

Wakil Bupati Takalar tiba lebih awal pada pukul 19.48 Wita, disusul Kasatpol PP Takalar Abdul Salam Gau yang berjalan di belakangnya. Sekda Takalar Muhammad Hasbi tiba sekitar tiga menit sebelum kedatangan Wabup. Turut hadir Plt Kepala Inspektorat Takalar Rusli, Kepala Dinas PU Takalar Budiar Rosal, serta Kadis Perhubungan Sirajuddin Saraba yang memasuki lokasi pada pukul 20.03 Wita.

Dalam sambutannya, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menekankan bahwa pengangkatan kepala sekolah dilakukan secara profesional dan berlandaskan integritas.

Pada awal sambutannya, Daeng Manye mengulas dinamika pertanyaan para guru sebelum pelantikan.
“Beberapa hari yang lalu sebanyak 138 orang bertanya, saya kemana? Jadi kepala sekolah atau tidak? Malam ini semua sudah terjawab,” ujarnya sambil menginstruksikan tepuk tangan kepada hadirin.

Ia mengonfirmasi jumlah pejabat pendidikan yang dilantik: 19 kepala SMP dan 119 kepala SD, total 138 orang dan 6 pejabat Fungsional .

Daeng Manye menegaskan bahwa kepala sekolah bukan sekadar pemimpin administratif.
“Kepala sekolah adalah pemimpin perubahan, pemimpin transformasi. Sekolah yang dipimpin harus menjadi jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar para kepala sekolah tidak bersikap arogan.
“Jangan karena jadi kepala sekolah lalu nakut-nakuti guru. Jadilah pemimpin yang dipercaya, bukan pemimpin yang ditakuti,” ucapnya.

Di hadapan para pejabat dan tamu, Bupati Daeng Manye mengkritik masih rendahnya kepatuhan sekolah dalam pengisian aplikasi laporan pendidikan.
“Takalar masih ranking 23 pendidikan se-Sulsel. Tahun depan harus naik menjadi ranking 15,” tegasnya.

Menurutnya, sejumlah sekolah masih tidak mengisi aplikasi laporan yang berkaitan langsung dengan pengolahan data pendidikan dan dana BOS.
“Itu hal yang sangat rutin dan operasional, tapi tidak dilakukan. Ini memengaruhi penilaian provinsi,” jelasnya.

Daeng Manye juga memastikan bahwa pengangkatan kepala sekolah kali ini tanpa pungutan liar.
“Tidak ada biaya apa pun. Ada yang bayar? Tidak ada. Semua murni berdasarkan kompetensi,” katanya.

Usai pelantikan, sejumlah kepala sekolah memberikan tanggapan. Salah satunya Imran, Kepala UPT SD Bontorita yang sebelumnya menjabat di UPT SD No. 11 Bontosanra.

“Mutasi adalah denyut nadi organisasi yang wajar. Bukan soal di mana kita ditempatkan, tapi apa yang bisa kita lakukan di tempat baru,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi proses yang dinilainya sangat transparan.
“Tidak ada isu bayar-membayar, tidak ada yang didemosi tanpa alasan. Iklim sehat seperti ini membuat kami bisa bekerja tanpa beban.”

Ia menegaskan semangatnya setelah menerima amanah baru.
“Kantor boleh pindah, tapi semangat memajukan pendidikan tidak boleh kendor. Nol rupiah, tidak ada pungli, tidak ada drama. Kami siap gaspol di tempat baru,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*