PP. Mengiringi Sidang Paripurna DPRD Takalar terkait usulan pemberhentian Bupati & Wakil Bupati Takalar H. Syamsar Kitta & H. Achmad Dg. Se’re. Masyarakat yang kecewa dengan hasil P2KD Takalar yang dinilai curang dan keputusannya terindikasi dipenuhi rekayasa juga menggelar parlemen jalanan. Di jalan poros Sudirman tepatnya depan kantor DPRD Takalar.(Senin: 14-11-2022)
Info yang dihimpun di lapangan bahwa hari ini bahwa massa dari gabungan 19 perwakilan desa akan mengepung kantor wakil rakyat tersebut untuk menyuarakan aspirasinya.

Diketahui selain aksi demonstran yang sempat memacetkan Ibu kota Takalar tersebut digelar. Juga aksi serupa juga terjadi di Lengkese Marbo sehingga memacetkan ruas jalan poros menuju Jeneponto demikian sebaliknya. Karena kencaraan yang dari Jeneponto juga tidak mampu melewati blokir jalan yang dilakukan oleh pendemo. Sehingga juga terjadi kemacetan panjang.
“Tolong DPRD Tolong pemerintah dengar aspirasi kami. Bahwa proses seleksi yang di lakukan oleh panitia P2KD Kabupaten telah oleh kecurangan, kedzoliman, da nada indikasi pemaksaan kehendak. Olehnya itu kami menuntut agar hasil scoring dari beberapa desa yang di anggap bermasalah untuk segera di nilai ulang dengan transparan dan di saksikan oleh organisasi independen. Hasil panitia P2KD kami tuntut untuk di batalkan dan pemilihan cakades harus di tunda.” Ungkap seorang orator lewat pengeras suara di depan kantor DPRD Takalar.
Selain menuntut pelaksanaan pilkades di tunda. Massa juga membongkar paksa dan merusak baliho “nakke WMP” milik Wahyudin Mapparenta bakal caleg partai Gelora yang terpasang samping jembatan masuk menuju kantor DPRD Takalar. Hingga berita ini dilansir aksi demo masih berlangsung. <zalman>

Tinggalkan Balasan