KUTA BATAGUH
pembaharuanpost.com./sejarah…..-Kerajaan Tanjung Pematang Sawang adalah kerajaan purba suku Dayak Ngaju yang kini termasuk ke dalam daerah administratif Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia, dengan bukti situs peninggalan yang ditemukan pada beberapa daerah di Desa Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas dan juga di daerah Kabupaten Katingan serta di Desa Tumbang Pajangei, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas.
Kerajaan ini jg dikenal dgn Kuta Bataguh ( jdi bahasa kuta itu dr zaman dulu ada di wilayah lain bukan hanya Tanjung kuta saja)
Kerajaan ini diperkirakan sudah ada pada abad ke-5 sampai abad ke-15 Masehi dengan ratu yang terkenal akan kecantikan, keberanian, dan kesaktiannya bernama Nyai Undang yang merupakan anak dari Tamanggung Sempung dan Nyai Nunyang. Nyai Undang didampingi oleh dua rekannya yang juga terkenal yaitu Pangeran Tamanggung Tambun yang merupakan anak dari Raja Tamanggung Sarupoi (Raja Kerajaan Suku Ot Danum), serta Pangeran Tamanggung Bungai yang merupakan adik kandung Nyai Undang. Tambun dan Bungai mendapat gelar dari Nyai Undang Raja di Pematang Sawang yaitu gelar “Tamanggung Tambun Terjun Ringkin Duhung” dan “Tamanggung Bungai Andin Sindai” karena keberanian mereka berdua dalam berperang mempertahankan kerajaan. Kini nama Tambun dan Bungai diabadikan sebagai julukan bagi Provinsi Kalimantan Tengah, julukannya yaitu “Bumi Tambun Bungai”.
mengartikan kata “Kuta” sebagai “kota”. Mereka mengira bahwa dahulunya di daerah ini merupakan sebuah kota yang kini sudah ditinggalkan oleh penduduknya entah ke mana. Padahal kata “Kuta” sendiri bermakna “benteng” atau “pagar”, sedangkan kata “Bataguh” berarti “kuat”. Jadi “Kuta Bataguh” berarti “benteng yang diperkuat” dalam bahasa Sangiang (bahasa Dayak Ngaju kuno).
Menariknya, bekas-bekas situs “Benteng Bataguh” dapat terlihat melalui foto Satelit. Bekas benteng kerajaan tersebut terlihat bundar menyerupai telur dengan luas hampir 5.000 meter. Kalau melihat dari luasnya situs “Kuta Bataguh”(benteng Bataguh) tersebut, daerah ini diperkirakan sebagai wilayah kekuasaan besar jika dibandingkan dengan “Kuta” (benteng) yang lain seperti yang ada di Kabupaten Gunung Mas. Keberadaan situs Kuta Bataguh yang memiliki pola hunian dan sistem keamanan yang maju menunjukan bahwa wilayah tersebut bukanlah dari kalangan kelompok kecil, tapi sudah mengarah ke “early state” atau “negara muda” pada masanya.
sumber;FB HISTORY, BUDAYA ,NUSANTARA ·

Tinggalkan Balasan