class="entry-header mh-clearfix">

Menghindari Munculnya Klaster Baru Penyebaran Covid, Pasar Malam Layak Dipertimbangkan.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Di Khawatirkan Kegiatan Pasar Malam Akan Melahirkan klaster baru. Sehingga apa yang di lakukan pegelola untuk membuka kembali di Bontosunggu Galesong Utara, Kab. Takalar sangat di yakini akan melahirkan kembali tanggapan pro maupun kontra.

Perlu di ketahui bahwa per hari ini (Selasa: 03-11-2020). Data ter update menunjukkan bahwa kasus positif terkonfirmasi tergolong masih tinggi yaitu sebanyak 314 orang. Ini dapat diartikan bahwa pandemi covid-19 di Kabupaten Takalar masih menjadi ancaman serius.

Apa yang dijelaskan oleh pengelola sesuai yang di lansir trialiefmedia.com tadi malam (02-11-2020) ini menunjukkan bahwa ada indikasi pemberian informasi yang kurang dapat di benarkan.

“Maaf dg…sy belum buka pasar malam ini malam, demi Allah sumber yang memberikan laporan itu tdk benar,” tulisnya.

Sementara informasi lain dari Galut menyebutkan kalau dirinya sedang lewat di tempat kegiatan pasar malam. Kata dia, tak banyak pengunjung, tapi ada lapak yang beraktivitas. 

Pertanyaannya. Lantas siapa yang memberikan lampu Hijau kepada penyewa lapak sehingga berani menggelar lapak dagangannya.

Olehnya itu sangat di harapkan agar pihak polres Takalar untuk segera  mengambil sikap tegas untuk mempertimbangkan  masalah ini. Apalagi konon pihak pengelola belum mendapatkan rekomendasi dari pihak yang berwenang.

Sangat perlu di pahami bahwa cara penyebaran virus ini yang menyebabkan COVID-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.

Orang- orang dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus jika berada terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi COVID-19. Selain itu juga dapat tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut.(Zalman)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*