Dana KONI Takalar Tersendat. Lantaran Konon Ada Orang Dekat Bupati Yang Ngotot Jadi Ketua ?.

PP. Takalar. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Takalar kini mendapat tekanan dari cabang olah raga yang akan berjuang untuk membela nama Kabupaten Takalar di ajang Porprov Sinjai-Bulukumba yang sudah di depan mata, lantaran pelaksanaannya sudah semakin mendekat.

Hal ini lantaran proposal pencairan dana KONI yang merupakan dana hibah tersebut masih tertahan di meja Bupati Takalar padahal menurut info bahwa proposal poencairan itu sudah di serahkan sejak tanggal 5 Agustus lalu. Asa apa..?

Yang menjadi keresahan para pengurus Cabor. Disebabkan karena sesuai rapat Keputusan KONI Takalar, pelaksanaan TC bagi semua cabor sudah di mulai sejak 1 Agustus lalu. Artinya sudah hampIr sebulan proposal itu tidak berjalan sebagaimana harapan. Sehingga dampaknya berimbas kepada para atlit yang telah menjalani TC yang hingga kini belum mendapatkan biaya transfor dan konsumsi, hingga biaya-biaya lainnya.

Menurut informasi yang berkembang bahwa, tersendatnya dana KONI tersebut disebabkan adanya orang dekat Bupati yang diduga sengaja memperlambat, karena berambisi mau menjadi Plt Ketua KONI Takalar. Namun sayangnya ambisi tersebut tidak memikirkan kepentingan dan kebutuhan para atlit yang akan berjuang membela nama Kabupaten Takalar. Sehingga karena ulahnya membuat para atlit Porprov hingga kini belum menerima haknya sebagai atlit dan sebagai duta olahraga Takalar.

Seorang penggiat cabang olahraga sangat menyesalkan scenario yang diperankan oleh orang dekat Bupati tersebut, lantaran kelakuannya bisa dianggap telah menghambat program prestasi yang telah di canangkan dan di tertapkan KONI Takalar.

“Saya heran mengapa hal itu dia lakukan, sehingga sangat berambisi menjadi Ptl Koni disaat anggaran para atlit mau dicairkan. Padahal yang bersangkutan untuk mengadiri rapat-rapat Koni saja selama ini bahkan di bilang tidak pernah dia hadiri ?, ada apa ?.” Ungkap Penggiat Cabor yang untuk kali ini belum bersedia dingkap jati dirinya.

“Kalau mau menjadi Ketua layak bercermin dululah, menjadi pengurus saja malas hadiri rapat. Eh… tiba2 mau jadi ketua. Hahahaha…” ungkap sumber sambil ketawa.

Selayaknya semua harus berfikir jernih karena dana KONI tersebut untuk kepentingan para atlit yang akan mencoba meraih prestasi, untuk keharuman nama Takalar. Sehingga praktek untuk menghambat prestasi harus di buang sejauh mungkin. Demi kepantingan olahraga dan masyarakat banyak. <zalman>


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *