PP. Takalar. Dalam rangka Penyusunan Ranperda Pemberdayaan Koperasi dan UMKM serta Koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Telah berlangsung Diskusi Terarah Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Bagian Perekonomi Setda Kab. Takalar di Ruang Rapat Setda Kab. Takalar, 6 Desember 2021 yang dihadiri Prof. Dr. Ir. M. Syamsul Maarif M.Eng. Dipl. Ing. DEA guru besar Manajemen perubahan dan inovasi sekolah bisnis University IPB, Konsultan Lembaga Institut Teknologi Pertanian (ITP) Andi Ihwan Patiroy, SP. MM serta Prof. Ir. Muh. Arsyad, SP. M.Si Ph. D Dosen Univeraitas Hasanuddin Makassar.
Bupati Takalar H. Syamsari, S.Pt. MM dalam membuka kegiatan tersebut menyampaikan rasa syukur karena kedatangan tiga profesor dari tiga universitas. Dengan kedatangan beliau kita bisa shering tentang pemberdayaan dan pengembangan UMKM di Kab. Takalar
H. Syamsari berharap UMKM yang ada dapat menjadi UMKM berkelanjutan dan bisa menjadikan semangat bagi UMKM baru sehingga jumlah UMKM dapat bertambah. Saya optimis takalar kedepan dapat menjadi percontohan dalam pengembangan UMKM.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. M. Syamsul Maarif M.Eng. Dipl. Ing. DEA guru besar Manajemen perubahan dan inovasi sekolah bisnis University IPB, dalam arahannya menyampaikan bahwa dalam pengembangan UMKM pasti ada kendala yang dihadapi. Untuk itu, dalam mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan peran pemerintahan salah satunya adalah dengan menyusun Perda sebagai landasan hukum yang khusus mengatur tentang penguatan dan pemberdayaan UMKM. Selain peran pemerintah, peran perguruan tinggi juga sangat penting dalam memberikan pengetahuan terhadap pelaku UMKM.
“UMKM harus berinovasi dalam memajukan usahanya. Peningkatan daya saing UMKM juga dibutuhkan agar tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan dengan skala yang lebih besar, selain itu peningkatan kualitas SDM, peningkatan nilai tambah produk dan jangkauan pemasaran serta penguatan kelembagaan usaha juga sangat dibutuhkan” jelasnya. (Rheni)

Tinggalkan Balasan