TERKAIT DANA HIBAH & BANSOS: MANTAN GUBERNUR SUMUT DI TUNTUT 8 TAHUN PENJARA. “NAH…. KASUS LAIN NYUSUL.”

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Nasional. Mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Gatot Pujo Nugroho menjalani sidang tuntutan dalam perkara kasus dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial (Bansos). Dalam perkara itu, dia dituntut 8 tahun penjara.

Sidang tersebut berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (10/11/2016) siang. Majelis hakim dipimpin oleh Djaniko MH Girsang. Sementara, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdiri dari Kejagung, Kejati Sumut dan Kejari Medan.

Jaksa menilai Gatot telah melakukan tindak pidana korupsi secara sendiri-sendiri atau bersama-sama. “Menuntut Gatot Pujo Nugroho dengan penjara 8 tahun,” kata salah seorang JPU, Viktor.

Menurut Jaksa, Gatot bersalah dan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Meminta agar Gatot dihukum untuk membayar denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan. Juga meminta agar terdakwa dibebani dengan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 2,88 miliar subsider 4 tahun penjara,” lanjut jaksa.

Sementara itu, penasihat hukum Gatot Pujo, Ibrahim mengatakan akan memberikan pembelaan terhadap kliennya.

“Kami akan sampaikan dalam pledoi nantinya,” ujar Ibrahim.

Setelah pembacaan tuntutan, persidangan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda mendengarkan nota pembelaan.(DetikNews)

(try/try)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*