COMBINE HARVESTER BESAR UNTUK 8 KELOMPOK TANI SUDAH MULAI TIBA DI GUDANG DISTAN TAKALAR. “WASPADAI MAFIA ALSINTAN”.

PP. Takalar. Dalam rangka meningkatkan swasembada pangan menuju kepada program ketersediaan stok beras nasionasl.Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian tidak henti-hentinya aktig memberikan bantuan kepada para kelompok tani yang ada di daerah, seperti halnya yang ada di Kabupaten Takalar Sulsel.

Hal tersebut seperti bantuan sarana pascapanen Combine Harvester untuk kesempatan kali ini, menurut informasi dari Dinas Pertanian Kab. Takalar ada Delapan kelompok tani akan mendapatkan alsintan tersebut. Yaitu Kelompok tani bonto baddo jaya, GP3A Bonto Kadatto Jaya, Harta Tani, Labba Lengkese akan mendapatkan bantuan Combine Harvester merek Kubota. Sedangkan Kelompok Tani Bonto Cinde, Panaikang, Sehati dan Sipakalabbiri mendapatkan bantuan Combine Harvester merek Iseki. Namun menurut pemantauan “pembaharuanpost.com” hingga kemarin Sore baru Dua unit merek Iseki, yang sampai pada gudang Dinas Pertanian Takalar di Bajeng.  Dan menurut informasi Eman unit lainnya sudah dalam poses . (Jumat: 18-05-2018).

Ketua Kelompok tani Sipakalabbiri mengungkapkan “ ini adalah bentuk perhatian pemerintah pusat kepada kelompok-kelompok tani di daerah, tujuannya untuk mempersingkat proses panen bagi para petani. “ ungkap Abubakar Nojeng Saat meninjau langsung bantuan tersebut di gudang Bajeng.

“ Sesuai arahan dan petunjuk dari staff kementrian, waktu kelompok saya di verfikasi oleh yang bersangkutan di Hotel Grand Kalampa beberapa waktu lalu, bahwa bantuan seperti ini harus sampai di kelompok masing-masing. Dan tidak dipungut biaya. “ Jelas Abubakar Nojeng sambil menaiki Combine tersebut di Gudang Bajeng.

“Mungkin inimi, bagian saya ksarena mereknya Iseki sesuai daftar CPCL yang saya lihat.” Ungkap Ketua Kelompok Tani Sipakalabbiri bangga.

Yang harus diantisipasi sekarang adalah oknum-oknum  yang konon sering bermain dan mempermainkan  bantuan-bantuan yang di peruntukkan kepada para kelompok tani penerima manfaat, sehingga terkadang para kelompok tersebut hanya gigit jari lantaran bantuan untuknya pergi entah kemana, karena daftar kelompok penerima di rubah setelah bantuan sampai di Gudang Dinas Pertanian. Olehnya itu praktek kotor seperti ini harus diantisipasi karena sangat jelas merugikan kelompok dan juga petaninya. (Chal)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*