Renovasi Rumdis Kejaksaan Negeri Takalar Dipertanyakan.

PP. Takalar. Setelah heboh beberapa bulan lalu terkait aksi penangkapan  beberapa petinggi PDAM Takalar yang di lakukian oleh Kejaksaan Negeri Takalar yang membuat decak kagum para penggiat anti korupsi dan juga masyarakat lainnya di Takalar.

Kini sorotan media kembali mengarah kepada Kejaksaan Negeri Takalar, lantaran pengerjaan pemeliharaan Rumah dinasnya terindikasi menuai masalahah. Bukan hanya dari anggaran yang terbilang wah, namun juga pelaksanaannya yang konon masih menggunakan rangka kayunya yang lama alias tidak dilakukan penggantian.

Yang jadi pertanyaan. Terkait proses pelaksanaannya yang menuai sorotan tersebut. Juga status anggarannya, termasuk aturan soal biaya karena menggunakan Anggaran Pendapatan Biaya Daerah (APBD) Kabupaten Takalar Tahun 2021. Padahal kita ketahui bahwa Kejaksaan Negeri Takalar adalah intitusi Vertikal. Hal ini diketahui lantaran kegiatan tersebut tertuang dalam tayangan portal ULP LPSE sekretariat daerah kabupaten Takalar, senilai Rp. 1,362,278 Milyar.

“Jika dilihat dari Permendagri nomor 13 tahun 2018 sebagaimana dituangkan pasal 4 ayat (2), (3) dan ayat (4), disebutkan bahwa pemberian hibah harus berpedoman pada kemampuan keuangan daerah. Dan terkait dengan bantuan  kepada instutusi vertikal tersebut, apa tak selayaknya pemda lebih memperhatikan  kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak dalam situasai pandemi covid seperti sekarang ini ?.” Ungkap Relawan Ormas Generasi Sosial Peduli Indonesia (GSPI)  Kab. Takalar(Sabtu:02-10-2021).

<zalman>

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*