class="entry-header mh-clearfix">

WARGA POPO MENOLAK KEDATANGAN PENGUSAHA PERTAMBAKAN, LANTARAN TAKUT AREAL PERSAWAHAN MEREKA TERCEMAR AIR LAUT.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Lagi-lagi warga menolak kedatangan investor (perusahaan) di daerahnya yang menurutnya bukan untuk mendatangkan keuntungan namun bisa menimbulkan dampak sebaliknya. Kenyataan ini seperti yang terjadi di Dusun Popo, Desa Popo, Kecamatan Galesong Selata, Sulsel. Masyarakat Popo menolak beroperasinya sebuah eksavator yang akan membuat areal pertambakan seluas 1 hektar. (Kamis: 10/ November / 2016).

Seorang investor dari Makassar tidak berhasil mengolah sehamparan lahan yang telah di belinya dari warga setempat lantaran masyarakat Popo tidak merestuinya menglah lahan tersebut untuk di jadikan tambak udang paname. Hal ini lantaran masyarakat menganggap bahwa ketika lahan tersebut dialih fungsikan dari areal persawahan menjadi tambak. Dengan sendirinya akan berdampak bagi masyarakat petani. Lantaran sawah-sawah mereka akan rusak oleh rembesan air laut sehingga akan berdampak pada pengrusakan lingkungan.

“ kami jelas melarang kegiatan itu. Karena akan merusak beberapa hektar lahan pertanian yang ada, karena secara langsung akan merusak lingkungan. Karena nantinya sawah-sawah kami akan di rembesi air laut, ketika tambak itu telah berfungsi.” Jelas Nurdin Daeng Gading. (Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*