class="entry-header mh-clearfix">

WABUP TAKALAR HADIRI MUSCAB KE- VIII IBI DI ISLAMIC CENTRE.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Musyawarah cabang (Muscab) ke-VIII Pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tingkat kabupaten Takalar mengangkat tema Bidan garda terdepan mengawal kesehatan maternal neonatal melalui germas dan pelayanan berkualitas.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Islamic Centre kabupaten Takalar, dan dibuka oleh Wakil Bupati Takalar H. Achmad Se’re, S.Sos,  serta dihadiri oleh Ketua DPRD Takalar Darwis Sijaya, Kajari Takalar, Senin (24/2/2020).

Dalam muscab tersebut, ada 7 bakal calon yang akan memperebutkan posisi sebagai ketua IBI cabang Takalar yang baru.

Masing-masing bakal calon tersebut diantaranya, Hj. Fadliyah. S.ST, Hj. Jasmani, S.ST, M.Kes, Rajamina, S.ST, Dafriya, S.ST, Jumariani Hanafi, S.ST, M.Kes, Hj. Roslina,S.ST, dan Misrawati, S.ST.

Mengawali sambutannya, Wakil Bupati Takalar H. Achmad Se’re menyampaikan bahwa tingkat keselamatan ibu dan bayi dalam proses persalinan karena ini bekaitan dengan hidup dan mati.

Olehnya itu, ini menjadi catatan bagi pemerintah kedepan agar minimal ada anggaran kesejahteraan terutama untuk bidan, karena variabel-variabel atau indikator untuk bidan cukup jelas.

“Kami punya program yang tercantum dalam P22 yakni peningkatan kesejahteraan ASN, diantaranya ada bidan. Mungkin kedepan bisa diusulkan dianggaran perubahan, dianggarkan untuk kesejahteraan bidan, misalkan Rp 500 ribu perdesa. Karena kecerdasan dan kesehatan adalah hal penting dan semua berada ditangan para bidan ,” Pungkas H. Achmad Se’re.

Selain terkait dengan tingkat kesejahteraan bidan, Wakil Bupati Takalar juga mengajak seluruh bidan untuk bersama-sama mengatasi masalah stunting yang saat ini menjadi masalah kesehatan nasional.

Sementara itu, Ketua Panitia Muscab Hj. Irma Agustina menyampaikan bahwa muscab ini, berlangsung dengan menghadirkan seluruh pengurus IBI cabang Takalar serta seluruh bidan yang tergabung dalam IBI.

“Muscab ini juga menjadi media evaluasi terhadap pertanggung jawaban kepengurusan IBI sebelumnya, serta penyempurnaan penyusunan rencana kegiatan IBI pada kepengurusan yang akan datang,” Kata Hj. Irma. (hMS)�G�f9

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*