class="entry-header mh-clearfix">

TUBAGUS HASANUDDIN: PEMERINTAH SEPATUTNYA WASPADA, ATAS BERKEMBANGNYA ISIS DI ASIA TENGGARA.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA
PENGGEREBEKAN RUMAH TERDUGA TERORIS

PP. Nasional. Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 berhasil mengagalkan sejumlah rencana teror di mana pelaku selalu diketahui berafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau Negara Islam Suriah dan Irak.

Kasus terakhir adalah penemuan bom di Jalan Bintara Jaya 8, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Di mana pelaku diketahui berafiliasi langsung dengan pentolan ISIS Indonesia yang berada di Suriah Bahrun Naim.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin mengatakan, berkembangnya ISIS ke Asia Tenggara sudah sepatutnya diwaspadai oleh pemerintah Indonesia.

“Di ASEAN itu ada dua alternatif, kalau enggak di wilayah Filipina, ya di Indonesia bagian timur terutama di wilayah Sulawesi yang akan dijadikan basis untuk perlawanan ISIS. Jadi kita perlu siaga lagi dan waspada,” katanya di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu 10 Desember 2016 malam.

Berkembangnya ISIS ke kawasan Asia Tenggara, kata dia, tidak terlepas dari diserangnya ISIS secara masif di Irak dan Suriah pada beberapa waktu belakangan ini.

“Makanya semua elemen teror di Indonesia mulai mengerucut menjadi sebuah perlawanan di bawah payung ISIS. Itu juga berhubungan dengan informasi bekermbangnya ISIS di wilayah selatan Filipina khususnya Minadanao. Itu tidak bisa ditembus oleh angkatan bersenjata Filipina,” katanya.

Sebelumnya, bom yang ditemukan di Bekasi direncakan untuk meledakkan Istana Negara. Namun pihaknya tidak meyakini bom berbentuk panci tersebut bisa meledakkan istana. Kendati aparat kepolisian mengkalaim bom tersebut bisa meledakkan dengan radius 300 meter dan kecepatan mencapai 4.000 km/jam. (okezone news)

(fzy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*