class="entry-header mh-clearfix">

TIM PEMENANGAN PASLON NOMOR URUT 1 HB-HN TINGGALKAN PROSES PENGHITUNGAN SUARA DI KPU, LANTARAN DINILAI BANYAK KECURANGAN.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Pilkada Takalar Sulawesi Selatan, yang memperhadapkan Petahana pasangan Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahin melawan Pasangan Syamsari Kitta-H.Achmad Daeng Se’re. Kelihatannya akan berbuntut panjang, lantaran Tim Petahana tidak akan mengakui hasil Rekapitulasi KPUD Takalar disebabkan banyaknya indikasi kecurangan sehingga perolehan suara Nomor Urut 2, memperoleh suara lebih sesuai relis yang lansir oleh pihak KPU melalui situs onlinenya sebesar 2.023 suara.

Protes ini dialakukan oleh pendukung nomor urut 1 dari Aliansi Masyarakat Takalar Pemerhati Pilkada, sehingga melaksanakan demo di KPU Takalar sejak dari siang tadi. Mereka Menuntut penghentian proses penghitungan suara yang di lakukan KPU karena ada indikasi terdapatnya pemilih siluman sekitar 5000-an lebih, dengan menggunakan KTP yang di nilai bodong. (Rabu: 22-02-2017).

Selain melaksanakan unjuk rasa. Tim Pasangan Nomor urut 1 H. Nawir Rahman yang mengikuti proses penghitungan suara di KPU Takalar menarik diri sebelum prose penghitungan selesai. Lalu melaksanakan orasi  pernyataan sikap politiknya.

“ kami sengaja menarik diri dari proses penghitungan suara di KPU, karena kami tidak mau menjadi saksi atas terjadinya indikasi kecurangan yang telah mengkomodir sekitar 5000-an pemilih siluman yang menggunakan KTP yang ilegal. Dengan  demikian  segala hasil yang akan di tetapkan oleh KPU akan kami permasalahkan. Namun demikian saya minta kepada segenap massa pendukung agar tetap tenang, jangan anarkis karena kita tidak mau meraih kemenangan dengan cara demikian.” Demikian antara lain orasi politik Nawir Rahman kepada  massa pendukung di depan rumah jabatan Bupati Takalar. Sesaat setelah menarik diri  proses penghitungan suara di KPU Takalar.

Walau situasi terbilang mencekam. Namun hingga sore aparat keamanan masih dapat mengendalikan situasi sehingga tetap menjadi kondusif. Walau Aliansi Masyarakat Takalar Pemerhati Pilkada hendak membakar ban-ban bekas ketika aksi di KPU. Namun karena kesigapan pihak keamanan, aksi pembakaran ban tersebut urung di laksanakan.(Tim)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*