class="entry-header mh-clearfix">

TIM MEDIA SK-HD PERTANYAKAN SURAT EDARAN LURAH PATTALLASSANG MUH. ARFAH, TENTANG LARANGAN CALON BUPATI & WAKIL BUPATI MEMBAWAKAN CERAMAH DI MASJID.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Rencana Calon Bupati Takalar, Syamsari Kitta, yang akan menjadi khatib dalam khutbah Jumat hari ini, di Kelurahan Pattalasang, Kecamatan Pattalasang, Takalar. Sulsel. Batal terlaksana. (Jumat: 18 /November/2016).

Batalnya Syamsari Kitta menjadi khatib lantaran adanya surat edaran Lurah Pattallassang Muh. Arfah edaran kepada kepala Lingkungan dan pengurus masjid, tertanggal 17 November lalu, soal pelarangan Kandidat Bupati dan wakil Bupati membawakan ceramah di Masjid.

Hal ini dipertanyakan dipertanyakan oleh Tim Media SK-HD melalui realis yang di kirim ke Arum Spink. Pihaknya juga mempertanyakan dasar dari larangan tersebut. “Kami menyesalkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Lurah Pattalassang yang pada pokoknya melarang pasangan calon untuk menyampaikan khutbah Jumat. Ini sekularisasi politik. Ini membahayakan. Pertanyaan yang muncul adalah atas dasar apa surat edaran ini muncul ?,” Ujar tim media SK-HD Lebih rinci ia menjelaskan pelarangan pasangan calon untuk menyampaikan khutbah adalah bentuk penjauhan agama dan politik.

“Bagaimana mungkin masyarakat akan tercerahkan jika agama sudah dijauhkan dari politik? Apakah kita menghendaki pemimpin-pemimpin kita semakin jauh dari agama? Bukankah sejumlah masalah di negeri ini muncul karena etika dan moral yang sudah hilang. surat ini sangat menggelikan mengingat syiar-syiar agama terhenti cuma karena pilkada,” jelasnya.

Dan kampanye dialogis Calon Bupati Syamsari Kitta yang dilaksanakan di Kompleks Pasar Pattallassang berjalan sukses dandihadiri ribuan Pendukung fanatiknya. “kami minta kepada seluruh kerabat dan keluarga untuk bersama-sama mengawal dan memenangkan pasangan SK-HD untuk menjadi Bupati Takalar pada pilkada ini. Jelas Ketua partai Idaman H. Muhlis Matu. (Qayyum)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*