class="entry-header mh-clearfix">

TERKAIT PENCAIRAN DANA BETONISASI TAKALAR SEBESAR 70 PERSEN. ABDUL WAHAB SELAKU PPK MEMBERIKAN KLARIFIKASI.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Proyek peningkatan Jalan beton beberapa ruas di Kabupaten Takalar  seperti ruas Galesong-Limbung, Bontomanai-Taipa,  Bontomanai-Balang, Bulukunyi-Barana, Malewang-Maronde, Bantinoto-Cakura, Malolo-Borong Ramisi, serta Galesong-Ta’bucini yang  disinyalir dikerjakan dengan kwalitas mutu yang tidak sesuai harapan dan terindikasi menyalahi bestek oleh perusahaan PT. Diego Putra Konstruksi dan PT. Jenifer Putra Mandiri, dengan total anggaran besar Anggaran 30,7 M, pada Dinas PU Takalar diduga kuat telah menjajadi lahan Korupsi, apalagi anggarannya akan di cairkan hingga 70 presen adalah menjadi sebuah kekecewaan dan menimbulkan kececurigaan bahwa telah terjadi konfirasi  berjamaah untuk melakukan tindakan korupsi pada mega proyek tersebut. Seperti yang pernah di muat www.pembaharuanpost.com/2019/12/13/.

Akhirnya  Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Abdul Wahab.ST menyatakan klarisfikasi terkait issu bahwa pencairan anggaran 70 persen atau lebih kurang Rp.9 Miliar yang di cairkan tersebut telah dinikmati oleh pihak PT. Diego Putra Konstruksi dan PT. Jenifer Putra Mandiri selaku pelaksana kegiatan yang dianggap bermasalah tersebut.

Menurut Abdul Wahab. ST, “Banyak berita di Takalar bahwa PPK mencairkan 100%, itu tidak benar,  baik Pt.jenifer maupun pt.diego dicairkan hanya 70% dari nilai kontrak, nilai dari 70% itu hanya 40% yg bisa ditarik, 60% tetap terblokir sampai perbaikan jalan selesai dikerjakan baru bisa dibuka blokirnya.”  Tulis nya Via WhatsApp.

Lebih jauh Abdul Wahab. ST, mengungkapkan bahwa hak yang di bayarkan berdasarkan kontrak dan penyedia berhak di bayarkan termin 70 persen. Dan karena beton masih di benahi, maka pencairannya di blokir.

“Yang dicairkan adalah  dana talud, pemasangan batu, LPA, bahu jalan serta CTSB. Jadi hanya 40 persen yang bisa di tarik. Sedangkan 60 persen lainnya tetap saya blokir sampai terjadi pembenahan dan dianggap layak sesuai kesepakatan kontrak.” Tegas Abdul Wahab.

Ditanya mengenai issu bahwa dirinya sebagai sponsor dalam hal pencairan dana untuk kedua perusahaan tersebut. Abdul Wahab via celulernya mengungkapkan. (Jumat Malam:13-12-2019)

“ Sebagai PPK saya hanya berdasar hukum kontrak yang berlaku kepada kedua belah pihak. Wala apa yang terjadi langit pun akan runtuh hukum kontrak tetap saya di tegakkan dan tidak bisa di interpensi oleh siapa pun. Dan secara teknis saya telah berkonsultasi dengan ahli LKPP dan ahli konstruksi di dinas bina marga provinsi terkait penanganan masalah jalan beton tersebut.” Ungkapnya.

Menurut sumber lain bahwa apa yang di ungkap oleh PPK  Abdul Wahab.ST soal pihaknya selaku PPK telah memblokir pencairan dana PT. Diego Putra Konstruksi dan PT. Jenifer Putra Mandiri bisa dibenarkan bengan bukti keterangan blokir: PPK TAKALAR…./BLK-DPUPRPKP/…./XII/2019.

Dengan termuatnya berita ini adalah merupakan klarifikasi terkait berita sebelumnya soal pencairan dana proyek betonisasi senilai 30.7 Miliar, dengan issu pencairannya sebesar 70 persen. (Pp) �PS�}��

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*