class="entry-header mh-clearfix">

TERKAIT PENAMBANGAN PASIR LAUT: MAHASISWA & MASYARAKAT DUDUKI GEDUNG DPRD TAKALAR.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Kasus penambangan pasir di perairan Galesong sampai Kepulauan Tanakeke yang sudah sangat meresahkan warga pesisir Kabupaten Takalar, Sulsel. Kembali mendapat sorotan tajam masyarakat. Sekaitan dengan kasus tersebut hari ini Gerakan Mahasiswa dan masyarakat, Tolak Tambang Pasir Takalar menggelar aksi di Jalan Poros Sudirman Pusat kota Takalar.(Rabu: 19-07-2017)

Aksi tersebut dengan tegas menolak aktivias penambangan pasir tersebut yang kini berdampak langsung terhadap kegiatan nelayan pesisir Galesong, Sanrobone dan Kepulauan Tanahkeke. Lantaran sudah susah mendapatkan tangkapan ikan, udang dan kepiting sejak kegiatan tersebut berlangsung.

Gerakan demonstrans yang mengawali aksinya di depan kantor Bupati Takalar, kemudian melanjutkan ke Gedung DPRD Takalar dan mendudukinya. Dan bahkan menurut informasi yang berkembang bahwa para demonstran tersebut akan nginap di gedung wakil rakyat tersebut hingga  DPRD Takalar mengeluarkan rekomendasi pencabutan izin prinsip yang telah di keluarkan oleh Bupati Takalar Burhanuddin baharuddin.

Firmansyah yang merupakan korlap aksi tersebut dalam orasinya mengungkapkan bahwa pihaknya tetap mendesak pemerintah Kabupaten Takalar untuk mencabut izin prinsip yang telah di keluarkan dan menyatakan sikap menolak dengan tegas adanya tambang pasir laut di Takalar. Selain itu mendesak DPRD Takalar yang pro rakyat untuk ikut menolah kegiatan penambangan tersebut. Dan mendesak DPRD Takalar untuk menjembatani pada kementerian terkait untuk menghentikan proses eksploitasi tersebut yang jelas sudah berdampak pada kehidupan masyarakat pesisir Galesong, Sanrobone dan Tanahkeke.

Sedikit terjadi kisruh denga aparat kepolisian ketika para demonstran hendak membakar ban bekas, lantaran pihak kepolisian melarang dan bahkan menyeret seorang aktivis Galesong bernama Jayadii Setidi dengan alasan propokator. Namun kisruh tersebut cepat  cair dan para pendemo melanjutkan orasinya.

Dari pantauan “Pembaharuan Post” hingga sekarang (17.30 Wita) para pendemo masih tetap berahan di Gedung DPRD Takalar yang di jaga ketat oleh aparat keamanan. (Red)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*