class="entry-header mh-clearfix">

SRI SULTAN HB X BERSAMA RIBUAN WARGA PERINGATI HARI LAHIR PANCASILA DI YOGYAKARTA.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Nasional. Ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat tumpah ruah di Pagelaran Keraton Yogyakarta. Mereka memperingati peringatan hari lahir Pancasila, (Kamis: 01- Juni- 2017).

Peringatan hari lahir Pancasila ini dihadiri oleh Gubernur DIY ,Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X, GKR Hemas dan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sultan HB X hadir didampingi Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas bersama putri-putrinya.

Masyarakat yang hadir dari kalangan pelajar, mahasiswa, ormas, komunitas dan lain sebagainya. Bendera merah putih berukuran besar dan replika Garuda Pancasila berada di tengah ribuan warga masyarakat yang memadati Pagelaran Keraton.

Mereka hadir sejak pukul 15.30 dari berbagai wilayah di Provinsi DIY. Warga masyarakat dari Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo dan Sleman datang menggunakan minibus, kendaraan pribadi maupun sepeda motor. Warga masyarakat yang tidak bisa masuk di Pagelaran, mereka memilih duduk di tenda-tenda yang telah disiapkan.

Sri Sultan HB X dalam orasi kebangsaanya mengatakan Pancasila sebagai dasar negara jangan hanya menjadi slogan atau simbol semata. Tetapi harus dimaknai dan nilai-nilai Pancasila benar-benar diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki 2 dimensi, nilai ideal dan aktual. Namun nilai-nilai itu kini dipengaruhi oleh nilai-nilai neo liberalisme bersama dengan globalisasi informasi dan juga ditumpangi oleh paham radikalisme agama dan menariknya ke ranah politik identitas,” kata Sultan dalam orasinya.

Dalam peringatan ini, ribuan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat (Gerak) Pancasila DIY menyatakan kedudukan Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah menjadi keniscayaan ideologis bersifat fundamental. Gerak Panacasila juga mendukung penuh penyelenggara negara dalam menjaga kedaulatan negara dan keutuhan bangsa dari Sabang sampai Merauke berdasar Pancasila dan konsitusi UUD 45 dalam bingkai NKRI dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Usai mendengarkan orasi Gubernur DIY, ribuan peserta kemudian bersama-sama menikmati nasi bungkus saat waktu berbuka puasa.

“Nasi bungkus sebanyak 18 ribu itu merupakan sumbangan dari masyarakat. Nasi bungkus ini sebagai representasi nilai-nilai gotong royong yang telah tertanam pada masyarakat Yogyakarta. Kita makan dan duduk bersama-sama tanpa ada perbedaan,” kata Hasto panggilan akrabnya. (bgs/bgs)

(Edzan Raharjo – detikNews /  Kamis 01 Juni 2017, 19:30 WIB)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*