class="entry-header mh-clearfix">

SETYO HADI SUNARTO BUAT HELIKOPTER SENDIRI DARI BAHAN SERBA BEKAS. NAMANYA HELI BENATA 127.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Nasional. Memiliki impian sejak kecil menerbangkan sebuah helikopter membuat seorang pria paruh baya di Kecamatan Gumukmas, Jember, Jawa Timur, menciptakan helikopter sendiri. Uniknya, helikopter itu berbahan dasar barang-barang bekas kendaraan bermotor yang tidak terpakai.

Helikopter itu masih dalam tahap pembuatan dan ditargetka dalam satu bulan ke depan akan rampung dan diterbangkan di atas Kota Jember.

Helikopter itu sedang dibuat di sudut Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Desa Bago Rejo, Kecamatan Gumukmas oleh Setyo Hadi Sunarto (52). Lokasi pembuatannya mendadak ramai.

Setyo Hadi yang juga pemimpin SPBU itu mempunyai ide membuat sebuah helikopter dari barang barang bekas. Dibantu beberapa asistennya, ia mulai mengerjakan helikopter tersebut sejak dua bulan terakhir.

Bahan-bahan yang digunakan cukup murah karena terdiri dari besi bekas, roda, hingga baling-baling bekas.

Tahap pembuatan helikopter yang diberi nama Heli Benata 127 itu sudah memasuki hampir 80 persen dan tinggal part-part kecil. Helikopter itu bermotor dua mesin kendaraan penggerak baling-baling besar ditopang oleh mesin berkapasitas 150 cc sedang baling-baling kecil oleh mesin 80 cc.

Menurut Setyo Hadi Sunarto, kreator helikopter dari barang bekas, meski dirinya tidak mempunyai keahlian di bidang aeromodeling, namun ia yakin helikopter buatannya selesai dengan baik. “Akan mulus landing dan take off setelah selesai nanti,” katanya, Sabtu (31/12/2016).

Dalam pembuatan helikopter barang bekas itu, Setya mengaku hanya merogoh kocek sebesar Rp8 juta saja. Jika pembuatan helikopter itu sukses dan dapat diterbangkan ke depan bapak tiga anak tersebut akan membuat pesawat kecil dari barang barang bekas pula. (Okezone News)

(sal)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*