SEKDA TAKALAR: PEMBERHENTIAN TENAGA HONORER SUKARELA SUDAH MELALUI PERTIMBANGAN.

PP. Takalar – Menanggapi aksi demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Pemerhati Masyarakat Indonesia (APMI) soal pemberhentian ribuan tenaga honorer sukarela, pemkab akhirnya angkat bicara.

Demonstran yang diterima Sekretaris Kabupaten Takalar, Nirwan Nasrullah memberikan penjelasan bahwa kebijakan itu diambil setelah melalui pertimbangan.

“Secara umum, pemkab ingin memacu kinerja ASN yang akan kita beri Tunjangan Perbaikan Penghasilan. Banyak tugas ASN yang dikerjakan oleh honorer.”kata Nirwan, Rabu (23/1/2018).

Selain itu, Pemkab kata Nirwan, mempertimbangkan dari sisi kemanusiaan. “Kasian tenaga sukarela itu tidak bisa sejahtera karena minimnya pendapatan. Sementara setiap hari mereka berkantor,”urainya.

Lantas, bagaimana mengatasi nasib sekitar 8000 orang yang diberhentikan tersebut?.

Nirwan mengungkapkan bahwa ke depannya Pemkab akan melalukan fasilitasi para honorer itu kepada dunia usaha.

“Selanjutnya, mereka tidak akan kita biarkan begitu saja. Kita akan adakan Job Fair. Kita akan undang perusahaan yang butuh tenaga kerja untuk merekrut mereka,”tukasnya.

Untuk diketahui, Job Fair adalah semacam pameran yang diikuti perusahaan yang sedang butuh tenaga kerja. Di pameran itu, perusahaan akan menerima lamaran para pencari kerja untuk kemudian diseleksi sesuai standar perusahaan masing masing. Job Fair kadang diistilahkan dengan Bursa Loker (lowongan kerja).

Pemberhentian ribuan honorer berdasarkan surat edaran bernomor 800/170/Kepeg tertanggal 22 Januari 2018 yang ditandatangani Bupati Takalar, Syamsari Kitta.

Di bagian akhir surat itu, pemkab meminta para honorer untuk menunggu kebijakan lebih lanjut.(Laporah: Abit Fals)

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*