class="entry-header mh-clearfix">

SARJONO: CATATAN POSITIF PEMILU 2019.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

Banyak kalangan mulai pengamat, akademisi, politisi hingga masyarakat umum menilai partisipasi masyarakat pada Pemilu 2019 di Kabupaten Lombok Utara akan mengalami penurunan drastis. Penilaian ini disinyalir lantaran warga setempat telah ditimpa bencana gempa 2018 sehingga masyarakat akan lebih fokus untuk memikirkan infrastruktur mereka yang luluh lantak. Prediksi itu ternyata terbantahkan melihat tingkat partisipasi warga yang menyalurkan hak politik pada Pemilu 17 April 2019 justru tetap tinggi dengan kisaran 85 persen. Bahkan mengalami peningkatan 3 persen tinimbang Pemilu 2014 yang sebesar 82 persen.

Peningkatan partisipasi ini kemudian menjadi catatan positif pelaksanaan Pemilu 2019 di daerah terbungsu di NTB ini. Capaian itu dicapai di tengah rapor merah penyelenggaraan pemilu yang dianggap tidak efisien dan memakan korban jiwa petugas KPPS. Penilaian ini mulai timbul jauh sebelum pelaksanaan pencoblosan suara pada 17 April lalu. Pemilu 2019 dibayang-bayangi rendahnya partisipasi masyarakat. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya gerakan yang mengajak untuk tidak memilih atau golput. Bahwa gerakan golput pun pada kenyataannya tidak terlalu signifikan mempengaruhi pemilih untuk golput.

Melihat meningkatnya angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2019, paling tidak ada dua hal yang mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat partisipasi politik masyarakat. Pertama, meningkatnya angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 menunjukkan semakin tingginya masturitas dan kesadaran politik warga tentang hak dan kewajibannya. Seperti yang kita ketahui, bahwa hak dan kewajiban warga dalam bidang politik salah satunya dapat diterapkan melalui berpartisipasi dalam pemilu. 

Kedua, berkaitan dengan penilaian pemilih terhadap kebijakan pemerintah dan pelaksanaan pemerintahan di Indonesia. Penilaian pemilih terhadap kinerja pemerintahan dipengaruhi oleh adanya pembelahan pendukung kedua calon presiden dan wakil presiden. Misalnya bagi pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin yang juga petahana, partisipasi pemilih jatuh dipengaruhi penilaian mereka terhadap kinerja  pemerintahan Jokowi sangat baik dan perlu dilanjutkan pada periode kedua. Namun berbeda halnya pada kubu pendukung Prabowo-Sandiaga, dimana pemilihnya menilai kinerja pemerintahan saat ini sangat buruk, sehingga perlu diganti.

Berdasarkan kedua penilaian kedua kubu pendukung tersebut, para pemilih kemudian menunaikan tugasnya dengan menggunakan hak pilihnya demi memperjuangkan calon pilihannya masing-masing. Besarnya animo warga menyalurkan hak politik terlihat dalam antusiasme memberikan suara di bilik TPS yang pada akhirnya meningkatkan angka partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019.

Dalam pada itu, meningkatnya angka partisipasi masyarakat pada Pemilu 2019 perlu diikuti dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan kebijakan lima tahun ke depan. Partisipasi masyarakat dalam pembuatan kebijakan bukan hanya ditingkat nasional melainkan di semua tingkatan pemerintahan. Ruang partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan kebijakan dapat dilakukan, misalnya melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) yang selama ini telah diterapkan di semua hirarki pemerintahan, mulai desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional. Di Lombok Utara partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan juga dilakukan melalui gendu rasa, musrenbang Perempuan, Pemuda,  Pelajar, Mahasiswa dan Anak.

Namun demikian, bahwa partisipasi masyarakat itu dihatapkan bukan hanya berhenti pada proses pembuatan kebijakan, namun juga pada aspek pengawasan terhadap implementasi kebijakan pemerintah lima tahun ke depan. Apabila jenis-jenis partisipasi tersebut dilakukan secara konsisten maka produk kebijakan yang dihasilkan para pejabat yang dipilih oleh rakyat akan bersifat inklusif, akuntabel, relevan, dan transparan. SEMOGA! (Penulis: adalah staf Humas dan Protokol Setda Kabupaten  Lombok Utara)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*