class="entry-header mh-clearfix">

PROYEK PAVING BLOCK BIDANG CIPTA KARYA DINAS PU TAKALAR DIDUGA SALAHI RAB. L-PK2 BAKAL PERKARAKAN.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Lembaga Pemberantasan Korupsi dan Penegakan Keadilan (L-PK2) Sulsel bakal melaporkan di Aparat Penegak Hukum (APH) sejumlah proyek Paving paving block di Takalar. Sebab, kuat dugaan dikerja tak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dan terkesan asal jadi.

Ketua L-PK2 Sulsel, Suhardi menyampaikan, pihaknya telah memiliki data sejumlah pengerjaan paving block di Takalar tahun 2019 yang diduga dikerja tak sesuai dengan RAB.

“Insya Allah awal tahun 2020 kami akan melaporkan di APH karena kalau kita melihat kwalitas pengerjaan sangat mengecewakan”, ucap Suhardi, (Sabtu :28-12-2019).

Menurut Suhardi, pihak pelaksana seharusnya sebelum memasang paving block terlebih dahulu memastikan struktur dari lahan yang hendak dipaving dalam keadaan benar-benar padat, dengan cara menggunakan alat berat. Itu bertujuan agar lahan yang telah dipasang paving block tidak bergelombang, ironinya lagi pihak pelaksana tak menggunakan kanstin pabrikan.

“Pihak pelaksana seharusnya memperhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi, seperti lapisan subgrade atau lapisan tanah paling dasar harus diratakan dan dipadatkan terlebih dahulu,” kata Suardi.

“Ini sangat penting untuk kekuatan landasan area paving nantinyapadatkan sebelum pekerjaan subbase. Sebab lapisan subbase, pekerjaan lapisan itu harus disesuaikan dengan gambar dan spesifikasi teknis yang dibutuhkan,” jelasnya.

Suhardi juga membeberkan, pengerjaan yang dia maksud seperti pengerjaan di jalan Perumahan Bontomate’ne, Kelurahan Bajeng, Kecamatan Pattallassang, Pengerjaan Paving Block di Lapangan H. Makkatamg Daeng Sibali, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Lingkungan Kalappo, Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabomban. Beber Suhardi.

“Kami duga ini bisa terjadi karena lemahnya pengawasan dari Konsultan Pengawas dan Dinas terkait sehingga pihak kontraktor leluasa mengerjakan paving block tak sesuai dengan RAB,” kata dia.

Sekadar diketahui, pengerjaan paving block ini ada kurang lebih 10 paket kegiatan dari Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Takalar.

“Pastinya kami dari L-PK2 Sulsel terus melakukan investigasi dan kajian sejumlah pengerjaan paving block di Takalar, kemudian akan memasukan di Aparat Penegak Hukum (APH),” tegas Suardi.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sumirra, belum berhasil dikonfirmasi. (Sumber: Rakyatsulsel.co) m($|��.�2�

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*