class="entry-header mh-clearfix">

PROGRAM PERPIPAAN PENYULINGAN AIR BERSIH DI KEPULAUAN TANAKEKE YANG MENELAN BIAYA RATUSAN JUTA RUPIAH. DIPERTANYAKAN MANFAATNYA.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Setiap manusia membutuhkan bahan pokok terutama air bersih, namun sangat miris melihat pipa yang membentang mulai dari desa Rewataya, Desa Balang Datu sampai Desa Maccinibaji yang menelan biaya ratusan Juta Rupiah namun tidak pernah di nikmati oleh masyarakat. Dan pipa air bersih itu seakan hanya menjadi pajangan tanpa ada fungsi sesuai peruntukannya.

Banyaknya program masuk sejak tahun 2017 menuai banyak pertanyaan terutama program perpipaan ini. yang sebahgian tidak ditimbun dengan tanah sehingga pada musim kemarau pada saat masyarakat membersihkan pekarangan dan sawahnya, pipa untuk penyaluran air tersebut terkadang kena rembesan api dan ikut terbakar. Hal tersebut dampak dari tidak adanya penimbunan. Terkesan proyek gagal ini dan di kerja asal jadi, sehingga di indikasi merugikan negara ratusan juta rupiah.

“Saya selaku pemerhati sekaligus Ketua Forum Peduli Kepulauan Tanakeke berharap agar penegak hukum masuk mengusut kasus ini yang diindikasi merugikan negara Ratusan juta rupiah.” Ungkap Basri Rangka. (Jumat:14-06-2019)

Lebih Jauh Ketua  Ketua Forum Peduli Kepulauan Tanakeke mengungkapkan harapannya bahwa “Harapan kami para makelar proyek yang melakukan pengerjaan di pulau tanakeke harus diseleksi dengan baik. Jangan Tanakeke dijadikan objek untuk memperkaya diri sendiri, lantas mengorbankan kepentingan masyarakat Pulau secara umum.”. Jelas Basri Rangka.

Olehnya itu diminta kepada pihak yang berwajib untuk segera turun kelapangan untuk mengusut program tersebut. Dan ketika memang ada kesalahan prosedur, ataupun telah menyalahi aturan pelaksanaan agar semua yang terlibat untuk mempertanggung jawabkannya. Apalagi program tersebut menelan biaya yang tidak sedikit. (Laporan: Basra)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*