class="entry-header mh-clearfix">

JPKP TAKALAR & WALHI SULSEL DEMO DEPAN POLRES TAKALAR TERKAIT TAMBANG UJUNG BAJI YANG TETAP BEROPERASI.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Merespon pengaduan masyarakat soal penambangan pasir di desa  Ujung Baji, Kec. Sanrobone Kabupaten Takalar. Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) bersama Walhi Sulsel melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres Takalar. (Jumat: 02-02-2018).

Menurut korlap Muh. Badai Anugrah dari Walhi Sulsel bahwa. Aksi tersebut kembali dilakukan guna mendesak Kapolres Takalar untuk segera menghentikan aksi penambangan tersebut yang kini sudah sangat meresahkan masyarakat. Di samping itu, dampak yang di timbulkan dari akitifitas pemanbangan terdsebut sudah merusak dan menghancurkan  fasilitas jalan , jembatan serta drainase dari akibat hilir mudiknya  mobil-mobil truk pengangkut pasir selama ini.

Sedangkan Hasanuddin aktifis dari JPKP Takalar dalam orasinya antara lain mengungkapkan bahwa “ Pemerintah kabupaten Takalar harus segera menghentikan proses tambang galian pasir desa Ujung baji karena sudah meresahkan warga dan sudah terang-terangan telah merusak lingkungan. Sehigga Polres Takalar harus mengusut tunas penambangan tersebut untuk segera di hentikan. Dan kalau hal ini tidak di indahkan maka persoalan ini akan di lanjutkan ke Mabes Polri untuk di laporkan, siapa tahu ada oknum aparat yang menjadi tameng. Jelas Hasanuddin, yang juga di pertegas  oleh Ketua DPD JPKP Takalar Muhammad Faizal. DM.

Sekadar di ingat kembali bahwa kasus penambangan pasir di Desa Ujung baji tersebut, sudah beberapa kali di protes waga dengan melakukan aksi unjuk rasa, dan bahkan warga telah bersurat ke Kapolda Sulselbar. Namun hingga saat ini kegiatan penambangan masih tetap berlangsung, dan terkesan kebal hukum.

Sehingga untuk mengantisipasi adanya konflik antar warga, sangat di harapkan kepada pihak yang berwajib untuk secara serius mengusut hal ini secara tuntas. (Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*