class="entry-header mh-clearfix">

PETA JALAN METAMORPHOSA PILKADES. Oleh: Sarjono.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Oprini. Politik yang santun saat ini penting untuk diimplementasikan dalam kehidupan yang guyub baik dalam bermasyarakat, berbangsa dan  bernegara. Di antara esensi politik yang santun adalah kekuasaan yang amanah. al-amanah adalah toleransi pemenuhan yang diberikan seseorang kepada orang  lain. Oleh sebab itulah, kepercayaan atau amanah harus dijaga dengan baik. Dalam konteks  kenegaraan, pemimpin atau pemerintah yang diberikan kepercayaan oleh rakyat harus tulus mengemban kepercayaan tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab kepada rakyat serta tidak disalahgunakan sedemikian rupa.

Judul di atas saya pandang tepat dan cukup relevan, bukan semata terkait dengan pemilihan kepala desa serentak mendatang, tetapi menyangkut siklus kehidupan bermasyarakat yang lebih baik, menuju perubahan berdesa dalam pelbagai aspek di abad ke-21 ini.

Asa terhadap kondisi demikian hanya bisa dicapai jika tokoh-tokoh yang berhajat ikut meramaikan bursa kontestasi memperbutkan kursi panas Desa I (satu) pada gelaran pesta Pilkades mendatang mengedepankan sikap dan tindakan yang “Mengutamakan Rakyat dan Membangun Politik Lokal yang Santun”.

Pada hajatan pesta demokrasi Pilkades kali ini hendaknya publik perlu untuk merayakannya dengan sebaik-baik perayaan. Menentukan pilihannya berdasarkan hati nurani yang bersih tanpa ada rasa paksaan dalam diri. Gagasan, ide, visi dan misi serta rekam jejak dan prestasi jangan pernah dilupakan dan selalu jadikan sebagai pedoman hidup ke depan. Bahwa politik yang santun dapat menjamin hak-hak politik warga, termasuk kebebasan menentukan pilihan politik sesuai hati nurani, berdemokrasi secara tertib dan damai, tidak anarkistis, dan taat pada pranata aturan, di samping setiap orang harus bertanggung jawab pada ucapan, sikap dan pola lakunya pada apa yang dilakukannya.

Politik Lokal yang santun terwujud ketika semua pihak menghormati sistem rotasi kepemimpinan melalui demokrasi elektoral. Penghormatan ini termasuk juga kepada pemimpin desa, tokoh-tokoh dusun serta menghormati cara-cara berdemokrasi sesuai pakem yang konstitusional. Sementara warga pun dengan alasan kebebasan juga tidak boleh asal-asalan, sembrono, dan melakukan tindakan melanggar hukum serta menimbulkan friksi yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan publik.

Diperlukan komitmen teguh dari semua elemen untuk terus membangun budaya politik dan budaya demokrasi yang semakin matang dan berkualitas sehingga kehidupan bermasyarakat dapat semakin beradab, elok nan elegan. Bahwa politik dan demokrasi yang santun perlu dijaga dan dikembangkan dalam perjalanan demokrasi di desa, termasuk menjelang Pilkades mendatang.

Fenomena menjelang gelaran Pilkades ke depan, termo politik hampir pasti akan makin memanas. Banyak godaan dan ujian yang akan kita hadapi. Kita kembali akan diuji, apakah pilkades tahun ini dapat berlangsung secara damai, adil, dan demokratis layaknya pada tahun-tahun sebelumnya. Sejarah akan menguji sekaligus membuktikan apakah kita dapat mempertahankan  prestasi tersebut.

Jangan Mengorbankan Persaudaraan

Kita semua mesti bijak berpolitik dengan tidak menjalankan dan masuk dalam politik faksional yang ‘serampangan dan parsial’ sehingga berujung mempertahankan ego identitas, dan lebih ironisnya lagi berpolitik dengan prinsip ‘fanatik kebablasan fanatisme buta’. Jangan sampai hanya demi mengejar kemenangan, kita lantas mengorban persatuan, menceraiberaikan persaudaraan dan kerukunan sesama elemen masyarakat. Oleh karena itu, sangat disayangkan apabila sejarah  kerukunan bangsa Indonesia yang sudah tumbuh beratus-ratus tahun lamanya ini harus dihancurkan oleh kebencian yang disebabkan oleh keserakahan dan perebutan kekuasaan di antara kelompok-kelompok tertentu.

Dalam pada itu, kita harus bijak dengan menghindari penyemaian benih-benih perpecahan, konflik horizontal dan lebih luas lagi disintegrasi sosial yang membahayakan masa depan kita semua. Semua pihak perlu senantiasa berpikir dan berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Lantaran merekalah  penguasa dan pemilik sah kedaulatan yang sejati, asli dan tunggal.

Siapa pun yang mendapatkan amanah dari warga, di eksekutif Desa pada gelaran pilkades kedepan, mesti ingat bahwa amanah kekuasaan itu harus dipertanggung jawabkan di dunia dan di akhirat.

Dan, insyaallah, setiap kemaslahatan yang kita semaikan dan persembahkan kepada masyarakat akan menjadi amal jariah yang akan menemani kita di perjalanan abadi selanjutnya. Semoga!

(*Sarjono : Mantan Ketua IPMLU Jogjakarta. cl��c-��

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*