class="entry-header mh-clearfix">

PERTAMINA PUNYA ALASAN: TIDAK NAIKKAN PREMIUM & SOLAR DI BULAN OKTOBER, LANTARAN MASIH PUNYA KEUNTUNGAN LUMAYAN.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Nasional. Pada bulan Oktober 2016, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar ditahan tahan kenaikannya. PT Pertamina (Persero) mengungkap alasan dari keputusan tersebut.

“Kami memang tahan kenaikan harga. Tapi yang ditahan itu sebenarnya solar. Solar tidak naik karena Pertamina masih punya keuntungan solar lumayan,” kata Wakil Direktur Utama Pertamina, Ahmad Bambang, dalam jumpa pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (8/11/2016).

Pertamina memang pada posisi yang cukup sulit dalam menjalankan tugas penyalur barang bersubsidi. Bila keuntungan yang didapat tidak dikembalikan kepada pemerintah, maka akan menjadi temuan bagi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kan tahu, kalau PSO (subsidi) itu temuan BPK, kalau subsidi lebih harus kembalikan, tapi kalau kurang wassalam. Nggak tahu pemerintah mau ganti apa nggak. Ya daripada rugi harus kembalikan, ya mending kita tidak usah naikkan harga saja,” terangnya.

Solar khususnya, kata Ahmad, memberikan efek yang cukup panjang terhadap komoditas barang lainnya. Bila dinaikkan juga akan menggiring inflasi naik terlalu tinggi.

“Itu kan juga membantu pemerintah juga. Karena kalau solar naik, pasti harga angkutan dan barang naik dan terjadi inflasi,” kata Ahmad.

Berbeda dengan premium. Karena penugasan, baik keuntungan maupun kerugian ditanggung oleh Pertamina. Ahmad menyatakan, seharusnya harga premium bisa diturunkan.

“Premium itu penugasan. Rugi laba itu di Pertamina. Kalau solar lebih baik tidak usah naik, premium tidak usah turun. Jadi win win. Itu di balik desainnya begitu,” pungkasnya.(Detikcom)

(mkl/wdl)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*