class="entry-header mh-clearfix">

PEMBANGUNAN RKB SMPN. 1 SANROBONE TAKALAR, TERINDIKASI PERMAINKAN RAB, SEHINGGA DIRAGUKAN KWALITASNYA.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar, Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) Smp Negeri 1 Sanrobone dengan menggunakan anggaran senilai 500 juta Rupiah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) T.A 2019, itu disinyalir kuat adanya beberapa item yang dinilai menyimpan dan terindikasi ada permainan dibalik RAB dan bestek yang sudah ditentukan, serta besar dugaan hanya untuk dijadikan ajang untuk memperoleh keuntungan bagi Panitia Pembangunan Sekolah (P2S), dari pekerjaan ruang kelas baru yang saat ini dalam tahap pemeliharaan.

Sesuai dengan hasil investigasi yang berlanjut, selama tahap awal sampai tahap pemeliharaan pekerjaan, terlihat adanya salah satu tiang beton yang dibongkar, dan itu menggunakan besi diameter 10 yang seharusnya sesuai pada RAB menggunakan besi diameter 12.

Tetapi ironisnya, dari pantauan dalam tahap pembongkaran beton pada salah satu tiang, justru tidak disesuaikan kembali pada RAB yang diharapkan, karena tidak melepas dan mengganti besi diameter 10 menjadi besi diameter 12, malahan hanya ditambah besi untuk di cor kembali.

Seiring itu, menurut sumber saat dikonfirmasi (Senin: 11-11-2019), yang namanya tidak ingin diberitakan mengatakan “Dari beberapa tiang ini, hanya satu yang dibongkar, meskipun yang lainnya besinya juga bercampur, dimana ada tiang menggunakan besi diameter 10 dan ada juga sebagian menggunakan besi 12” ucapnya singkat.

Selain diduga ada beberapa tiang yang menggunakan besi dengan ukuran lebih kecil, ditemui juga adanya plesteran asal jadi disudut ruang kelas yang tak berkualitas dengan gelombang berombak tak merata dan tidak presisi.

Saat dimintai keterangannya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Masnawi S.sos yang ditemui diruang kerjanya mengatakan, “Terima kasih dinda atas bantuan dan laporan masuk terkait pekerjaan di lapangan, tentunya saya akan terus berupaya untuk lebih serius dalam terlaksananya pembangunan rehab dan RKB di lingkup disdik kabupaten Takalar, dan utamanya kami butuh bantuan semua pihak untuk mengawasi pekerjaan yang bersumber dari anggaran DAK itu” ucapnya.

Sampai berita ini dilansir, kepala sekolah Smp Negeri 1 Sanrobone Syahrir S.pd belum berhasil ditemui untuk dimintai keterangannya.(Pp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*