class="entry-header mh-clearfix">

PEDAGANG KAKI LIMA MASJID AGUNG ADUKAN NASIBNYA KE WABUP TAKALAR. TERKAIT PELARANGAN OLEH SATPOL PP.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Terkait pelarangan jualan di depan pagar Masjid Agung Takalar oleh Satpol PP. Beberapa orang perwakilan pedagang kaki Lima (PKL) yang setiap hari Jumat menggelar lapaknya di depan pagar Masjid Agung Takalar mengadukan nasibnya kepada Wabup Takalar H. Achmad Dg. Se’re di rujab Wakil Bupati Takalar (Jumat Pagi: 04-01-2019)

Mereka mengadukan nasibnya lantaran sejah hari Jumat Pekan lalu Satpol PP melarang mereka jualan lagi di lokasi depan pagar Masjid Agung, padahal selama ini para penjual yang hadir sebelum shalat Jumat dan bubar dua jam, setelah para jamaah meninggalkan Masjid kebanggaan masyarakat tersebut. Juga telah membayar restribusi dan uang kebersihan.

Setelah mendengar keluh kesah perwakilan pedagang yang mendatanginya. Wakil Takalar mengungkapkan akan mencarikan solusi terbaik. “ Sabar maki dulu, nanti saya carikan solusi terbaiknya, saya nanti ketemu dulu dengan Pihak Yayasam Masjid Agung.” Ungkap H. Achmad Dg. Se’re, di hadapan perwakilan pedagang.

Menanggapi pelarangan para PKL berjualan di seputar trotoar depan pagar Masjid Agung Takalar. Udhin salah seorang jamaah kepada pembaharuanpost.com menyesalkan tidakan tersebut. “Kami sangat menyesalkan pelarangan tersebut, alasan saya karena para pedagang hanya parkir sebentar untuk mengais rezeki dari orang-orang yang datang sembahyang dengan nenyuguhkan dagangannya, padahal mereka juga saya liat rajinji bayar tagihan retribusi dan uang kebersihan.” Sasal udhin yang mengaku dari Polut.

“Saya sengaja datang sembahyang Jumat di Masjid Agung, karena selain itu saya juga rencana mau membeli cangkul untuk keperluan bertani. Dan biasanya murah disini.” Ungkap Udhin menuju motornya meneteng kantong plastik, yang berisi belanjaan yang dibelinya dari pedagang PKL, yang kali ini parkir di depan Islamic Center.

Menurut informasi yang di himpun pembaharuanpost.com, dilapangan. Bahwa tahun lalu mereka pun pernah di larang sama Satpol PP dilokasi tersebut, namun lantaran para pedagang menghadap langsung meminta kebijakan Sekda H. Nirwan Nasrullah kala itu, sehingga mereka pun bisa kembali menggelar lapaknya Kembali. Kali ini harapan para PKL tinggal menunggu solusi dari Wakil Bupati Takalar.(Laporan: Yunk)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*