class="entry-header mh-clearfix">

PALANGKA RAYA DI INCAR JADI IBUKOTA NEGARA, KETIKA DI PINDAH KE LUAR JAWA ?.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA
Stadtansicht von Jakarta / Indonesien , den 13.05.2004 , © (c) by T. Imo/ photothek.net [Tel. +492195932470 , www. photothek .net. Jegliche Verwendung nur gegen Honorar und Beleg. Urheber-/Agenturvermerk wird nach Paragraph13 UrhG ausdruecklich verlangt ! Es gelten ausschliesslich unsere AGB.]

PP. Nasional. ibu kota negara bakal dipindah dari Jakarta ke luar Jawa. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sedang mengkaji rencana tersebut.

Salah satu lokasi yang diincar adalah Palangka Raya di Kalimantan Tengah. Lantas, butuh waktu berapa memindahkan ibu kota ke luar Jawa?

“Itu dari mulai identifikasi awal, 10 tahun. Itu pun sejak setelah diambil keputusan oke ini bisa jalan,” kata Direktur Perkotaan Perumahan dan Permukiman Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti, saat dihubungi detikFinance, Rabu (12/4/2017).

Namun sebelum pengambilan keputusan dibutuhkan pula waktu untuk proses kajian. Sebelumnya Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memprediksi proses kajian awal akan rampung dalam waktu satu tahun.

Virgiyanti menegaskan, proses kajian juga dilakukan secara bertahap. Kajian awal penentuan wilayah yang masuk dalam kriteria dasar yang berdasarkan ketersediaan lahan kosong dan kemungkinan bencana alam relatif kecil.

“Dalam proses ini kami akan pilih 3-5 kota. Tapi saat ini belum ditentukan,” ujar perempuan yang akrab disapa Virgi itu.

Setelah itu baru masuk kajian berdasarkan kriteria yang lebih detail. Virgi mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci kriteria perkotaan yang lebih rinci tersebut.

“Kriteria detail misalnya air, penduduknya berapa, pertumbuhan ekonomi, kebutuhan dana pembangunannya. Belum lagi aspek hukum dan ketersediaan air bersih,” terangnya.

Dia menjelaskan berdasarkan segmen kota itu terbagi dalam kota kecil, kota menengah, kota besar, kota metropolitan dan kota megapolitan. Menurutnya, sebuah ibu kota masuk dalam kategori kota besar dengan jumlah populasi antara 500 ribu hingga 1 juta orang.

Jadi minimal harus 500 ribu dan maksimal 1 juta. Kalau kurang dari itu bukannya tidak baik, tapi idealnya untuk menggerakkan perekonomian minimal segitu,” imbuhnya.

Namun jumlah populasi tersebut juga harus mempertimbangkan ketersediaan air dan luas wilayahnya. Bappenas tengah mengusulkan ibu kota yang baru memiliki luas wilayah 300 ribu hektar. (Detik.com – Danang Sugianto – detikFinance / Rabu 12 Apr 2017, 17:43 WIB)

(hns/hns)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*