class="entry-header mh-clearfix">

NAPAK TILAS HUT PROKLAMASI RI KE-71 DI TAKALAR. DIWARNAI KECURANGAN. SEMOGA PANITIA MENETAPKAN PEMENANG BUKANLAH TIM YANG BERMENTAL CURANG.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Gelaran napak tilas dalam rangka mengenang jasa para pejuang yang acap dilaksanakan dalam  memperingat hari Kemerdekaan 17 Agustus setiap tahunnya harapannya tidak lain untuk menanamkan jiwa ksatria, semangat juang serta nasionalisme kepada para generasi muda adalah sesuatu yang patut diacungi jempol. Namun apa yang terjadi di Takalar, Sulsel. Ketika kegiatan tersebut di laksanakan. (Rabu:10/08/2016).

Pelaksanaa napak tilas dalam rangka hari Kemerdekaan ke – 71 tahun 2016 yang dengan rute start di Monumen Lapris Bulukkunyi dan finis di halaman Rujab Bupati Takalar di Paririsi dengan jarak kurang lebih 212 Km, yang di ikuti sebanyak 44 tim yang mewakili SKPD, Instansi, Lembaga, Kecamatan serta Sekolah yang ada di Takalar menuai protes dan sorotan  dari peserta dan juga masyarakat serta pemuda yang ada di Bumi Panrannuangku tersebut. Lantaran banyaknya peserta yang bermental curang dan menghianati jiwa-jiwa ksatria para pahlawan. Lantaran ada yang numpang kendaraan  sampai menjelang finis, serta adanya peserta cadangan.
Menanggapi hal tersebut. Yardi dari Tim Polsel mengungkapkan Napak tilas peringtn HUT RI ke 71 tingkat Kabupaten Takalar, adalah upaya menumbuhkan semangat juang dan rasa nasionalisme. Tapi sayang sekali banyak tim peserta tidak jujur alias curang dengan naik mobil yang jelas tidak dibenarkan diaturan yang ada. Jelas mereka tidak mampu memaknai semangat juang yang diusung dalam napak tilas ini. Mudah2an tidak ada yg dari mereka ditetapkn sebagai juara karna ini tentu tidak adil buat peserta yg lain. Ini catatan buat panitia. Ungkap Yardi.

“Kukanaja pasti ricu panitia kalau juaranya  Dikbudpora, dan ternyata betul. Dikpora ia tongmi naik mobil dia jg juara karna dia panitia, paling lammayya. Tegas Yardi.

Hal ini memang sangat memalukan. Apalagi jikalau Betul yang juara adalah Dikbudpora Takalar. karena merupakan  rahasia umum kalau tim ini banyak yang melihat pesertanya silih berganti naik kendaraan. Jadi kalau betul menjadi juara. Dari sisi mana penilaiannya ?, selain itu diapun merupakan panitia pelaksana. “Janganlah mempraktekkan kecurangan, kebohongan apalagi pada momentum ini adalah berupaya mewarisi jiwa patriotisme dan nasionalisme.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*