class="entry-header mh-clearfix">

MENYOROT PEMBANGUNAN RUTILAHU DI DESA TOMPOTANA KEPULAUAN TANAKEKE.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Pengentasan Rumah tidak layak huni bagi keluarga tidak mampu masih menuai tanda tanya, program yang sedianya untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Tujuan pemerintah baik hanya pelaksanaan di lapangan yang kadang disalahgunakan bagi pemegang program.

Setelah dikonfirmasi,  pihak tokoh yang mendapatkan tender proyek Rehap Rumah beberapa waktu lalu, pihak tokoh Mengatakan bahwa “Semua bahan sudah didistribusikan dan memiliki kelengkapan administrasi kecuali pasir karena tidak ada tempat untuk disimpan di Dermaga Takalar.” Ngakunya.

Apa yang di akui oleh pihak pelaksana tender dengan estimasi anggaran per desa sebesar Rp. 750 juta. Dengan kalkulasi keseluruhan Rp. 2.2 Miliyar unruk Tiga Desa di Pulau Tanakeke tahun anggaran 2018 tersebut. Dibantah oleh pihak penerima manfaat.

“Sampai saat ini bahan untuk pembangunan rumah saya belum cukup. Kadang ada nota tapi bahannya tidak ada.” Ungkap Tiar warga Desa Tompotana. Apa yang diungkap Tiar. Juga di benarkan oleh beberapa watga lainnya, mereka juga mempertanyakan tentang baha yang diterima tidak sesuai dengan anggaran dan realisasinya.

Menyorot soal pembangunan rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) di Desa Tompotana yang meniau banya sorotan yang terindikasi tidak berjalan sesuai prosedur. Diharap kepada pihak yang terkait untuk segera terjun langsung meninjau sekaligus mengaudit tentang penggunaan anggaran dan kwalitas bangunan yang di kejakan. (Laporan Basri Rangka) 9999wE��e�

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*