class="entry-header mh-clearfix">

MENTERI ESDM IGNASIUS JONAN: INSTRUKSIKAN PT. PLN, AGAR 2.500 DESA YANG BELUM TERSENTUH LISTRIK SEGERA DI REALISASIKAN.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA
????????????????????????????????????

PP. Nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengintruksikan PT PLN (Persero), agar fokus menerangi 2.500 desa di Indonesia yang sama sekali belum menikmati listrik. Desa-desa tersebut tersebar di beberapa daerah di Indonesia, dan di daerah itu listrik dianggap barang mewah.

Jonan juga menyebutkan, 10.000 desa di Indonesia belum menikmati listrik secara maksimal selama 24 jam.

“Kita ini catatannya itu ada 2.500 desa listrik belum masuk sama sekali. Ada 10.000 desa listriknya masuk ala kadarnya. Fokus yang ke 2.500 desa yang belum ada (listrik) sama sekali,” jelas Jonan dalam Diskusi Akhir Tahun Ketenagalistrikan, di Mercantile Athletic Club WTC 1, Jakarta, Kamis (8/12/2016).

Selain itu, Jonan juga menargetkan rasio elektrifikasi di Indonesia mencapai 97% di 2019. Jonan juga meminta pihak swasta bisa terlibat secara langsung membangun pembangkit listrik, sebagai Independent Power Producer (IPP).

“Rasio elektrifikasi di 2019 nanti target 97%,” tutur Jonan.

Pada kesempatan itu, Jonan menyinggung soal swasta yang berminat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang. Misalnya ada pihak swasta yang berminat membangun PLTU Mulut Tambang, harus dipersiapkan skemanya, yaitu lokasi pembangkit terletak paralel terhadap lokasi tambang batu bara sehingga biaya logistik dapat dikurangi.

Pembangunan pembangkit juga harus didasarkan pada kemudahan sumber energi untuk kebutuhan pembangkit.

“Anda bangun IPP misalnya punya tambang batu bara bikin mine to mouth power plant dan kedua ajukan atas dasar pasok energi yang reasonable. Kalau bangun di pesisir seperti di Papua dan Maluku Utara mungkin ke depan bisa pakai gas karena ada BP Tangguh nanti ada Blok Masela,” tutur Jonan. (detiknews.com)

(wdl/wdl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*