class="entry-header mh-clearfix">

MENAG LUKMAN HAKIM SAIFUDDIN: LANTARAN ADANYA KERAGAMANLAH MAKA PERSATUAN DI PERLUKAN. “BHINNEKA TUNGGA IKA HARUS DI PERTAHANKAN”

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Nasional. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin turut mengadiri acara peringatan Hari Guru Nasional. Menag Lukman beranggapan, guru mulia karena melahirkan banyak orang hebat yang bisa melahirkan banyak karya.

“Intinya, guru mulia karena karya. Dan setiap karya hadir di tengah kita karena orang hebat. Orang hebat lahir karena guru. Guru mulia bukan hanya karya semata. Tapi juga karena guru melahirkan orang hebat yang melahirkan banyak karya,” kata Lukman usai acara HGN di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat pada Minggu (27/11/2016).

Lukman mengatakan, beruntung bangsa Indonesia memiliki banyak guru yang mempunyai keikhlasan dan rasa cinta terhadap generasi mendatang. Sikap ini menunjang juga soal jumlah guru yang ada.

“Kita bersyukur bangsa ini masih sangat ditopang ditunjang oleh keberadaan guru. Tidak hanya jumlahnya yang relatif mencukupi tapi juga memiliki jiwa keikhlasan yang luar biasa. Keikhlasan guru itu wujud dari rasa cinta guru terhadap generasi yang akan datang yang akan melanjutkan keindonesiaan kita,” kata Lukman.

Ia menambahkan, hal ini juga harus didukung dengan penyadaran nilai-nilai keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia. Dalam hal yang beragam tersebut, Lukman berpendapat diperlukan persatuan dari masyarakat Indonesia.

“Saya pikir menurut saya keragaman kebinnekaan jangan dilepaskan dari persatuan. Jadi bhinneka tunggal ika, keberagaman, kemajemukan kebhinnekaan itu juga harus dalam rangka jaga persatuan,” tutur Politisi PPP ini.

“Karena ada keberagaman lah diperlukan persatuan. Kenapa persatuan diperlukan? Karena realitas keindonesiaan kita ini beragam,” imbuhnya.

Saat ini, pemerintah tengah berupaya meningkatkan kualitas guru. Sejalan dengan itu, lanjutnya, pemerintah juga berupaya meningkatkan kesejahteraan para guru.

“Tentu pemerintah dengan berbagai cara mencoba mengembangkan kualitas guru. Tidak hanya kompetensinya terhadap penguasaan materi ajar, tapi juga metodologinya kemampuan guru kita untuk menyampaikan mata pelajaran itu juga diupayakan untuk ditingkatkan,” ucap Lukman.

“Pemerintah juga berupaya meningkatkan kesejahteraan guru. Dengan begitu guru tidak lagi disibukkan dengan hal yang di luar pendidikan. Dengan begitu, konsentrasi guru bisa fokus mendidik para peserta didik,” sambungnya. (Detik News)
(fjp/fjp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*