MENAG LUKMAN HAKIM: INDONESIA BANGSA YANG AGAMAIS. KEBERAGAMAN, KEINDONESIAAN HARUS DIJAGA.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Nasional. Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin berdialog dengan tokoh serta pimpinan organisasi masyarakat Islam tingkat nasional. Dalam kesempatan ini, Menag menyampaikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang agamis.

“Indonesia itu hakekatnya berbicara semua sektor kehidupan, karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang sudah ratusan tahun yang lalu dikenal sebagai masyarakat yang agamis,” kata Lukman, di Golden Boutique Hotel Angkasa, Jalan Angkasa Nomor 1, Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).

Selain itu, Menag juga mengatakan Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang religius, serta masyarakat yang tidak bisa dipisahkan dalam menjalani kehidupan kesehariannya dengan agama. Menurutnya hal ini dikarenakan Indonesia menjunjung tinggi nilai agama.

“Sebenarnya bangsa kita apapun etnis kita, dimanapun kita tinggal, kita itu sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Jadi kalau mau bicara agama itu hakekatnya ya kita bicara semua urusan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Lukman menyampaikan bahwa konsekuensi realitas dari masyarakat dalam era global tidak terlepas dari proses digitalisasi dalam menjalani kehidupan. Menurutnya agama juga mempunyai tingkat urgensi dan relavan.

“Nah di sinilah perlunya dialog harus senantiasa dilakukan, ditingkatkan frekuensinya, karena terkadang sering kali kesalahpahaman itu timbul. Kita ini beragam, maka umat itu memikul tanggung jawab yang besar, karena inilah umat yang mayoritas ikut menjaga dan memelihara ke-Indonesiaan,” jelasnya.

“Intinya adalah bagaimana islam yang tidak takut karena moderat dari yang berlebih-lebihan. Indonesia perlu betul menjaga warisan para pendahulu kita, bahwa islam yang kita hayati yang kita amalkan adalah memang islam yang moderat,” imbuhnya.

Menag mengatakan inti dari dialog ini agar para tokoh ormas nasional membangun kesamaan cara pandang dalam menyelesaikan masalah-masalah kedepannya. Dia juga berpesan agar masyarakat mampu mengedepankan Islam yang moderat.

“Ya pesannya agar bagaimana kita bisa mengedepankan moderasi Islam itu, terkait dengan bagaimana bermain media sosial yang bertanggung jawab. Kita tidak hanya menuntut masyarakat bertanggung jawab, tapi karena tokoh islam itu juga menguasai teknologi media sosial jadi mampu mengisi konten ke masyarakat masing-masing,” tutupnya.

Dalam acara ini turut hadir Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Makruf Amin, Sekertaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mukti, serta para pimpinan tokoh organisasi masyarakat (ormas) Islam seluruh nusantara.
(cim/fjp)

(Cici Marlina Rahayu – detikNews / Jumat 09 Juni 2017, 19:01 WIB)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*