class="entry-header mh-clearfix">

MEGA PROYEK 18 MILIAR DI TAKALAR BOBROK: SEPERNAS DUGA AKIBAT PT. JPM BEKERJA ASAL JADI.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP.  Takalar – Mega proyek Peningkatan jalan betonisasi 18 Miliar, yang banyak menuai sorotan diberbagai pihak terkait hal mutu kualitas pekerjaan yang tidak sesuai RAB, menjadi tanda tanya besar, ada apa dibalik proyek yang bobrok tak berkualitas di kabupaten Takalar ?

Akibat tidak berkualitasnya proyek jalan betonisasi PT. Jennifer Putra Mandiri menghasilkan polusi debu ekstrem beterbangan, yang dampaknya mengganggu kesehatan masyarakat sekitar dan para pengendara yang melewatinya sehingga menjadikan benalu sebagai pengganggu pada aktifitas keseharian warga.

Proyek dengan No. Kontrak 32/KTR-DAK/DPU.PRPKP-BM/V/2019 dengan nilai anggaran 18.359.680.000 Rupiah, di ruas jalan Malolo-Borongra’misi, Malewang-Maronde,Bantinoto-Cakura, Bulukunyi-Barana dari Sumber anggaran DAK Tahun 2019, Diduga dikerjakan tidak sesuai RAB dan prosedur karena tidak sesuai dengan petunjuk tekhnis dari pihak Dinas PUPR terhadap Kontraktor Pelaksana PT. Jennifer Putera Mandiri yang mengerjakan proyek dengan terkesan semaunya mengambil tindakan.

Seperti beberapa bulan lalu yang melakukan buras dengan diduga tidak koordinasi ke pihak PUPR Takalar, dengan mencoba menutupi kerusakan dengan cara buras di ruas badan jalan bulukunyi dan malolo menggunakan aspal, dinilai tindakan itu berujung sia sia dengan keadaan saat ini yang sangat memprihatinkan, dimana terlihat jalan bobrok parah terkelupas dan menghasilkan bebatuan cepping tajam yang mencuat kepermukaan,.

Tentu tindakan tersebut  dinilai tidak sesuai bestek dan RAB serta dinilai tidak masuk akal olehnya itu salah satu anggota Serikat Pers Reformasi Nasional (SEPERNAS) Takalar.

Maskur Tutu saat bincang bincang di sekretariat Sepernas Takalar jl. Ranggong Dg Romo (Jum’at: 08-11-2019) mengatakan “Dengan bobrok parahnya jalan betonisasi yang dikerjakan oleh PT. Jennifer Putera Mandiri itu diduga minimnya sinergitas antara pihak PUPR kabupaten Takalar dan Kontraktor Pelaksana, sesuai dari hasil investigasi pada awal sampai selesainya pekerjaan, Sepernas Takalar dan beberapa ketua lembaga lain yang ikut gabung dalam organisasi sepernas juga telah mengumpulkan alat bukti untuk laporan tindak lanjut ke penegak hukum jika waktu pemeliharaan telah berakhir dengan keadaan betonisasi masih demikian, yang saat ini dalam dugaan indikasi mark-up anggaran negara puluhan miliyar yang dinilai dikerjakan asal jadi” Tegasnya. (Laporan:M’t)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*