class="entry-header mh-clearfix">

LANTARAN PONSELNYA BERDERING. SEORANG IBU MUDA TERSELAMATKAN DARI PERANGKAP HIPNOTIS.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

.

PP. Nasional. Ann (22), warga Perum Puri Cibereum Permai Kota Sukabumi, Jawa Barat nyaris menjadi korban hipnotis saat akan menarik uang di mesin ATM BCA sekitar pukul 13.07 WIB, Rabu (7/12). Beruntung korban keburu tersadar setelah telepon selulernya berdering.

“Saya masukin kartu ATM ke dalam mesin yang berada di dalam salah satu toko waralaba dekat pintu masuk Perum. Tiba-tiba pas masukin kartunya macet, ada orang di belakang saya tiba-tiba sok akrab gitu nawarin bantuan,” ungkap Ann di kediamannya kepada wartawan.

ATM Ann diduga ditukar oleh pelaku yang menawarkan bantuan untuk memasukkan ATM miliknya ke dalam mesin. “Kartu ATM yang saya berikan sepertinya dia ganti, dia langsung memasukkan kartu ATM di tangannya itu dan dilayar muncul tulisan kartu ATM tidak berlaku, dari mesin itu keluar struk,” lanjutnya.

Dalam keadaan masih kaget, tiba-tiba muncul orang kedua yang meminta Ann memegang dua kantong plastik yang dibawanya.

“Orang itu nawarin bantuan, nanyain nomer PIN. Nanyanya berulang-ulang sambil meminta saya pegang kantong plastik yang dia bawa. Baru saja saya mau nyebutin PIN, tiba-tiba ponsel berbunyi suami nelepon. Saya tersadar langsung bilang ke suami kalau ATM saya tertelan, saya juga cerita kalau ada dua orang yang lagi bantuin,” ujarnya lagi.

Di ujung telepon suami Ann langsung memintanya pergi dari mesin ATM dan jangan menyerahkan nomer PIN ke siapa pun. Saat itu Ann seperti tersadar dan langsung pergi meninggalkan mesin ATM berikut para pelaku.

“ATM saya hilang sepertinya ditukar oleh mereka, tapi sepertinya mereka gagal menarik uang dari ATM saya yang mereka ambil karena enggak sempat ngasih nomor PIN ke mereka,” sambungnya.

Ann tidak melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian karena tidak ada uangnya yang hilang. Ann yakin wajah pelaku terekam oleh kamera CCTV karena lokasi kejadian berada di dalam areal toko.

“Uang saya di dalamnya ada sekitar Rp 2 jutaan, langsung saya transfer ke saudara pakai M-Banking. Ketika saya cek kartu yang mereka masukkan memang bukan kartu milik saya, nomornya beda,” pungkasnya. (Detik News)
(ern/ern)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*