KUBE & RUTILAHU DI JENEPONTO JADI LAHAN KORUP?.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Jeneponto. Program Rutilahu Dan Kube tahun 2016 Di Kabupaten Jeneponto Di Duga Dijadikan lahan Korupsi ,sehingga Berkasus dan Sedang Bergulir di Kejaksaan Kab Jeneponto. Kasus Rutilahu dan Kube yang sedang berproses yang di tangani oleh pihak kejaksaan Jeneponto Kasi Intel Tuwo SH,sejak Tanggal 17 januari 2017 lalu dan Sudah melakukan bersama timnya turung di setiap masyarakat penerimah manfaat melakukan fulbaket mencek langsung Rumah-Rumah yang penerimah manfaat program Rutilahu dan sudah melakukan pemeriksaan bagi masyarakat penerimah manfaat (penerimah Rutilahu dan penerimah Kube).

Saat Di konfirmasi Pihak kejaksaan Kasi Intel Tuwo kemedia ” kami akan konsisten menanganinya dan juga kami menunggu hasil audit Insfektorat kabupaten jeneponto”. Program RUTILAHU (Rumah Tidak Layak Huni)Dan KUBE(Kelompok Usaha bersama) di kabupaten Jeneponto Adalah Upaya Pemerintah Mengentaskan Kemisikinan Dengan Pembenahan Rumah yang Sudah Tidak layak dihuni (Rutilahu)dan pemberian modal usaha.(Kube)

Program Rutilahu dan Kube ini diperuntukkan untuk warga kab. Jeneponto yang tidak mampu (miskin)untuk program Rutilahu Sebesar Rp.15.000.000 per Kk dengan tujuan membangun atau merenovasi rumah.Dan Kube sebesar Rp.2.000.000 untuk tambahan Bantuan modal usaha.

Ketua DPD JPKP Kab. Jeneponto Suhardi,S.Sos mengatakan” seharusnya pihak Kejaksaan sudah melakukan peningkatan Kasus kepenyidik karna objyek kasus Program Rutilahu dan Kube sangat jelas Ada pelanggaran Dugaan Korupsi ,karna program Rutilahu Yg seharusnya senilai 15.000.000 per rumah ,dan Program Kube seharusnya 2.000.000 perorang. sampai ketangan masyarakat penerimah manfaat.dan pihak Kejaksaan bersama timnya kasi Intel Tuwo sudah melakukan fulbaket turung kemasyarakat mencek langsung dan memanggil masyarakat penerimah manfaat di kantor kejaksaan jeneponto”olehnya itu Bukti 2 dan keterangan saksi sudah di tangan Kasi Intel Tuwo.”(Ardi).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*