class="entry-header mh-clearfix">

Komnas Perlindungan Anak :KEJAR TERUS PELAKU KEJAHAYAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI GUNUNGPUTRI BOGOR.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Jakarta.Tragedi Kejahatan Seksual terhadap anak terulang lagi  di Wilayah hukum Kabupaten Bogor. Seorang anak perempuan berusia 10 tahun di Gunung Putri Bogor telah  menjadi korban kejahatan seksual yang dilakukan oleh orang tidak dikenal. Atas

Kejadian yang memilukan ini, Komnas Perlindungan Anak Indonesia mendesak Polres Bogor untuk segera menyingkap Tabir Kejahatan Seksual ini dan mendorong semua anggota masyarakat dan orangtua  untuk mewaspadai para predator  kejahatan seksual yang berkeliaran disekitar kita dan tengah  mengincar anak kita yang tak berdaya. Kasus ini Tengah ditangani Polres Bogor, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlinfungan Anak dalam keterangan persnya di Kantornya dibilangan Jakarta TimurJumat 30/08.

Lebih jauh Arist menjelaskan, informasi yang didapat korban awalnya diajak seorang pria tidak dikenal  saat anak sedang asyik bermain didekat sekolahnya untuk menunjukkan alamat, namun ditengah perjalanan  pria itu malah membawa korban ke rumah kosong lalu memperkosanya.

Belum diketahui secara detail peristiwa tersebut terjadi karena Polisi saat ini tengah memproses kasus ini.

Menurut keterangan Penyidik Unit Perlinfungan Perempuan  dan anak (UNIT PPA) Polred Bogor sudah memeriksa 5 orang saksi terkait kasus viral dugaan pemerkosaan bocah di Gunung Putri Bogor  tersebut, namun untuk pelaku Polisi masih memerlukan pencarian.

“Dengan kejadian tersebut Unit PPA sudah memeriksa 5 orang saksi,  kata Kapolres AKBP Andi Muhammad Dicky dalam keterangannya Jumat 30 Agustus 2019 kepada sejumlah media di markas Polres Bogor.

Dicky mengatakan korban  saat ini sudah ditangani Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak  (P2TP2A) Bogor untuk memulihkan kondisi psikis korban.

Sedangkan untuk pelaku,  Dicky menyebut untuk sementara diketahui berjumlah 1 orang. Poltes Bogor  kita masih tetap mencari pelakunya. Diharapkan dalam waktu pelaku akan segera tertangkap.

Untuk memberikan perlindungan  bagi korban, Arist Merdeka Sirait Ketua Komnas Perlindungan Anak meminta masyarakat  untuk tidak lagi menyebarluaskan video tersebut

“saya minta tidak perlu ada lagi yang menyebar video tersebut karena  penyebaran itu juga dilarang oleh undang-undang Perlindungan Anak, katanya usai memberikan penjelasan kepada media di kantornya di Studio Komnas Anak TV di bilangan Pasar Rebo Jakarta Timur .

Lebih jauh Arist menjelaskan bahwa akibat tersebarnya video tersebut korban akan terkena dampak psikologis. Tak hanya anak, saja, keluarganya pun menjadi korban dan ikut terkena dampak karena itu akan membuat viktimisasi dan membuat derita korban terus berkelanjutan serta  indentitasnya menjadi terbuka dan secara Psikologis tentunya akan mempengaruhi pula terhadap  perkembangan psikologis anak.

Kondisi korban saat ini semakin baik  karena sudah di tangani  sesuai dengan prosedur. Korban telah didampingi psychiater, dan  Psikologi yang disiapkan  Pemerintah Daerah Polres Bogor

Bersesuaian dengan UU RI Nomor : 17 Tahun 2016 tentang penetapan PERPU Nomor : 01 Tahun  2016 tentang  perubahan kedua atas UU RI  Nomor :  23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, junto UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atas kejahatan seksual ini,  pelaku dapat diancam dengan kurungan minimal pidana penjara 10 tahun dan maksimal  20 tahun dan atau dapat didenda Rp.  100.000. 000 serta diancam pidana prnjara seumur hidup.

“Demi keadilan bagi korban,  Komnas Perlindungan Anak sangat percaya dengan kemampuan Polres Bogor  dan jajarannya untuk segera menyingkap Tabir  kejahatan seksual ini”.  Demikian juga Komnas Perlindungan Anak

meminta pelaku  segera menyerahkan diri untuk bertanggungjawab secara hukum sesuai dengan perbuatan, demikian desak Arist Merdeka Sirait. (Ams)

: Arist Merdeka Sirait (Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*