class="entry-header mh-clearfix">

“JUMPA SIAR” SELESAI. Oleh: Sarjono.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

“Ayo sudah kumpul di acara dan kontak yang belum datang. Jumpa siar selesai”, (sumber)

PP. Opini. Torehan sederhana ini berangkat dari kalimat di atas. Memang, kalau dicermati secara biasa, mungkin kita menganggap kalimat tersebut tidak lebih dari sekedar ajakan atau bisa jadi hanya seruan semata untuk mengajak orang segera hadir di tempat suatu acara atau kegiatan yang diselenggarakan. Namun, penulis memaknai beda. Lalu bedanya di mana? Penulis tergugah dari kalimat yang cukup inspiratif pada frase “jumpa siar selesai”. Frase ini yang sebetulnya menyebabkannya beda pemaknaan dari hanya sekedar ajakan atau mungkin seruan menjadi kalimat yang mengandung “makna” instrinsik. Kalimat yang cukup menggelitik pikiran, bahkan sampai menyeruak ke relung alam bawah sadar penulis. Bahkan sampai-sampai selalu terngiang pada sepanjang perjalanan menuju tempat kerja. Sesungguhnya apa makna makna dari frase kalimat tersebut sehubungan dengan pagelaran sebuah acara, katakanlah siaran pers. Secara kebetulan kalimat itu memang keluar pada acara siaran pers.          

Logika umum memaknai siaran pers sebagai rangkaian informasi yang dibuat organisasi (pemerintahan atau perusahaan) untuk disebarluaskan kepada publik luas melalui media. Aktivitas komunikasi ini, sangat terkait dengan berbagai hal yang dilakukan organisasi dan memiliki manfaat bagi publik. Dengan merancang informasi yang dianggap penting bagi media dan pada akhirnya disiarkan kepada publik/khalayak. Ada tiga bentuk umum siaran pers. Pertama, menyangkut basic publicity release, umumnya terkait dengan berbagai informasi umum, yang mengandung nilai berita (news value), baik bagi media lokal, regional atau nasional. Misalnya: peringatan hari bersejarah, program kegiatan dan kebijakan, kajian atau mungkin pula kegiatan seminar atau diskusi yang diselenggarakan suatu instansi dengan menghadirkan berbagai pejabat yang kompeten untuk membahas suatu persoalan, sangat penting untuk diketahui publik. Kedua, product release. Setiap organisasi/instansi kerap meluncurkan produk/jasa yang penting untuk diketahui publik. Dalam prakteknya, siaran mengenai produk atau jasa tersebut, cenderung dianggap menjadi informasi yang hanya menarik media khusus. Namun sesungguhnya, bila hal itu dikemas dengan baik,  tentu akan menjadi materi berita menarik, bagi media massa umum. Ketiga, financial release. Siaran pers kerap kali dapat menjadi konsumsi umum bila menyangkut permmasalah penting atau suatu hal yang memiliki efek besar bagi publik. Seperti yang kita tahu, bahwa berbagai siaran pers yang disampaikan organisasi, misalnya instansi pemerintahan, tentu tidak ujug-ujuq secara otomatis akan menjadi komoditi berita yang disiarkan media.

Adakalanya bahkan boleh dikatakan seringkali sebuah organisasi, terlebih organisasi pemerintah membutuhkan sarana untuk mempublikasikan informasi yang disampaikan. Terutama hal-hal baru yang perlu segera diketahui oleh khalayak. baik jasa maupun produksi barang yang dikenalkan dengan harapan mendapat respons dari masyarakat luas. Untuk tujuan dapat menjangkau lapisan masyarakat secara luas, sudah barang tentu memerlukan bantuan media massa sehingga media sebagai kepanjangan tangan suatu organisasi akan mampu menjalankan fungsinya sebagai sarana dalam penyebaran informasi. Hal-hal yang berupa barang dan jasa itu dikemas sedemikian rupa dalam sebuah paket informasi dan disampaikan melalui cara semenarik mungkin, dengan harapan agar segera diketahui oleh berbagai kalangan. Pemanfaatan media massa sebagai sarana penyebarluasan informasi, membutuhkan proses yang perlu dipahami dan diperlakukan secara proporsional serta tentunya versional (sesuai versinya).

Siaran pers sebagai suatu kegiatan hubungan pers yang paling dikenal dilakukan menjelang, menghadapi atau setelah teriadi peristiwa atau kegiatan penting ataupun besar. Di instansi pemerintahan misalnya, penyelenggaraan siaran pers atau jumpa pers biasanya diselenggarakan oleh lembaga humas pemerintah, baik atas inisiatif sendiri, permintaan instansi intenal pemerintahan bersangkutan ataupun atas permintaan wartawan yang menginginkan informasi lebih lengkap tentang suatu peristiwa menarik untuk diketahui masyarakat.

Dalam konteksi itulah, para pihak yang terkait dengan penyelenggaraan siaran pers harus betul-betul mampu memberi informasi yang akurat dan fokus pada kemaslahatan pihak internal ataupun pihak eksternal. Terlebih di era keterbukaan informasi publik saat ini, humas dituntut untuk lebih terbuka dalam menyampaikan informasi kepada publik sarta melakukan komunikasi kepada pihak internal maupun pihak eksternal. Transisi orde di Indonesia sejak reformasi 1998 melahirkan suatu paradigma dalam penyelenggaraan pemerintahan yang semula cenderung tertutup menjadi lebih transparan sehingga akses partisipasi publik berkembang semakin dinamis. Bahkan, dalam konsep negara hukum yang demokratis, akses partisipasi publik menjadi salah satu ciri pokok pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Perwujudan klarifikasi sesuatu hal atau penyampaian informasi pemerintahan kepada media harus pula mengatensi secara teliti proporsi informasi yang layak disampaikan. Menjadikan media sebagai kanal penyampai informasi guna memberi akses cepat kepada publik untuk dapat mengetahui hal-hal yang layak diketahui. Dalam konteks itulah, instansi humas perlu berhati-hati, teliti dan cermat memilah informasi apa yang layak disampaikan agar pemberitaan memberi dampak positif pada siklus pemerintahan.

Dalam pada itu, perlu mengemas informasi yang terintegrasi agar apa yang menjadi tujuan pelaksanaan siaran pers dapat berlangsung dengan baik. Menjaga kesantunan dan kepantasan dalam menyampaikan informasi kepada media (media massa maupun media sosial). Fungsi fundamental media massa bukan sebagai follower media sosial dalam menyajikan informasi, tetapi menyajikan informasi yang rasional dan mencerahkan. Atau berita yang membuka cakrawala pemikiran dan meneduhkan suasana hati.

Siaran pers mesti menjadi kanal yang memberikan penjelasan yang utuh dan komprehensif atas sesuatu hal yang dikonferensikan. Harapannya, siaran pers perlu menjadi bagian dari solusi, bukan sebaliknya. Terlebih lagi, kini pelbagai media terutama media sosial telah menjadi mode komunikasi dan interaksi sosial.

Siaran pers harus menjadi portal kanal informasi kepemerintahan, dan medium mencari solusi atas sesuatu hal dengan melibatkan insan media. Menyampaikan informasi untuk mengatasi sesuatu hal yang mungkin dianggap anomali agar tidak berujung masalah. Bukan sekedar medium menyampaikan informasi kepada insan nedia seperti biasanya. Perlu mengadopsi prinsip pegadaian: mengatasi masalah tanpa masalah. Menyampaikan informasi tanpa mengundang reaksi. Semoga.

* Penulis adalah Pranata Humas dan Protokol Setda Kab. Lombok Utara

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*