class="entry-header mh-clearfix">

HARI PGRI : GURU DI TAKALAR DI MINTAI RP 300 RIBU PERORANG.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar – Hari jadi Persatuan Guru Republik Indonesia yang di gelar  di kabupaten Barru pada tanggal 21 sampai 23 November 2019. Menjadi perhatian khusus bagi para guru dan jajaran pendidik lainnya. Olehnya itu Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Takalar sangat merespon dan tidak akan ketinggalan serta ikut berpartisifasi meramaikan momentum tersebut.

Namun yang sangat di sayangkan adalah ketika  semua Guru yang akan ikut memeriahkan hari PGRI tersebut  harus terbebani dengan wajibkan menyetor uang Rp 300.000. Di pada Dinas pendidikan Kabupaten. Ini mungkin sudah menjadi sebuah kebiasaan ketika kegiatan tersebut berulang setiap tahunnya.

Hal  yang menjadi bisik-bisik  di kalangan pendidik  ketika di konfirmasi kepada Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan kabupaten Takalar , sekait pungutan tersebut.

Dahlan Jalamang Mengungkapkan  bahwa “Terkait issu yang beredar di luar adanya pungutan bagi guru yang ikut pada hari PGRI di kabupaten Barru sebesar Rp 300.000 ribu itu tidak benar.  itu bukan pungutan. uang sebesar itu untuk pembelian baju dalaman,  baju trening dan celananya.  dan ini juga hanya yang ikut napatilas.” Jelas Kabid Pendidikan dasar.

“ Kan tidak enak juga di lihat  kalau peserta yang ikut bajunya bervariasi apa lagi bawah nama kabupaten.  dan ini bukan kewajiban atau berbentuk pungutan. Ungkap Dahlan Lagi (Kamis:07-11-2019).

Menanggapi hal tersebut. Kamal Raja Muda Ketua LSM Duta Takalar mempertanyakan kembali “ Jadi perlu di pertanyakan terkait uang tiga ratus ribu yang di bebankan kepada setiap guru yang ikut pada peringatan hari  PGRI ?, apa memang Dinas tidak ada anggarannya terkait kegiatan itu ?.” (Laporan: Karmu) �!Aړl�<

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*