class="entry-header mh-clearfix">

Gawat: Ketua Tim Gugus Covid-19 Takalar Terpapar ?.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Heboh terkait anggaran covid-19 pada Dinas Kesehatan Takalar sebesar Rp. 950 juta, dengan pemanfaatan yang dinilai kurang stategis dalam pencegahan penyebaran virus corona yang menyentuh lingkungan secara massal menjadi akhirnya menjadi hangat menjadi perbincangan.

Apalagi dari anggaran yang terbilang besar tersebut, penyalurannya terindikasi melabrak aturan, apalagi salah satu dari Tiga titik anggaran, ternyata belum ada kontraknya. dan diketahui nilainya lebih dari separuh anggaran yang tersedia yaitu sebesar Rp. 500 juta untuk pengadaan APD dan BMPH. Namun ternyata konon di batalkan

Hal ini terungkap melalui PPK Dinas Kesehatan sendiri kepada media. “Hanya dua paket pengadaan yang sudah tanda tangan kontrak, pengadaan Buku cegah Covid-19 Rp.195 juta dan pengadaan masker untuk masyarakat Rp.200 juta.dan kalau pengadaan APD dan BMHP Rp.500 juta tidak Jadi.” Kata Hasbar.

Namun yang menarik dari hebohnya anggaran covid-19 pada Dinas Kesehatan Takalar adalah dikabarkannya terpaparnya dr. Rahmawati,M.Kes,Sp.PA, ketua Tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Takalar. yang juga adalah Kadis Kesehatan Kabupaten Takalar. menjadi terpapar covid – 19.

Menjadi pertanyaan besar. Bagaimana bisa  meyakinkan bahwa masyarakat Takalar bisa terhindar dari wabah virus corona ketika ketua tim gugus tugas  covid – 19 yang sekali gus Kadis Kesehatannya terpapar ?. apakah lantaran sistem pencegahan yang diterapkan dan penggunaan anggaran telah betul melenceng dari peruntukannya karena mungkin lebih menyentuh langsung ketika pelaksanaan penyemprotan disinfektan secara massal dan pembagian handsanitizer di banding dengan pengadaan masker senilai Rp. 200 Juta, serta Pengadaan buku cegah covid yang senilai Rp. 195 juta tersebut.

Apalagi terkait buku dengan sampul Bupati Takalar pun patut dicurigai bermuatan kepentingan politik kedepan ?. Entahlah.

Ada beberapa  pejabat pernah terpapar covid-19, kita masih ingat sekda Takalar ketika muncul hak interpelasi, Kepala BPKAD ketika menjelang LPJ Bupati, dan kini giliran Kadis kesehatan ketika penggunaan dana covid -19 mulai merebak jadi pemberitaan.(dm)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*