class="entry-header mh-clearfix">

FIK KSM & FORMASI NEGARA KEMBALI DEMO TERKAIT PENAMBANGAN PASIR LAUT.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Untuk kesekian kalinya elemen-elemen masyarakat Kabupaten Takalar, memprotes aksi pengerukan pasir laut di wilayah perairan Galesong maupun Sanrobone. Hal ini lantaran masyarakat menganggap bahwa kegiatan tersebut akan merusak lingkungan dan biota laut, serta ekositemnya. Juga sangat mengganggu aktifitas para nelayan yang menggantungkan kehidupannya di sekitar pantai tersebut. Olehnya itu FIK LSM & Formasi Negara kembali melakukan aksi penilakan di poros Sudirman atau depan kantor Bupati Takalar dan Gedung DPRD. (Selasa: 16-05-2017).

Koordinator Mimbar Ahmad Khudri dalam orasinya menegaskan bahwa Bupati Takalar harus segera mencabut izin prinsip yang melegalkan aksi pengerukan pasir laut di pantai Galesong dan sanrobone. Karena berdampak buruk dan akan mempercepat terjadinya abrasi. Dan akan lebih parah lagi ketika terumbu karang menjadi rusak serta dan matinya biota-biota laut lantaran hancurnya ekosisten di mana bibit-bibit ikan perairan dangkal berkembang biak. Akan hancur dan musnah,

Lanjut ahmad Khudri mengungkapkan bahwa akibat dari pengerukan pasir laut akan berakibat akan rusaknya bentangan laut untuk selamanya dan kekayaan laut musnah sebelum di lestarikan. Serta akan berakibat fatal lantaran akan menghaslkan bias lumpur yang akan mencemari area 35 Km, sehingga nelayan akan sulit mendapatkan hasil tangkapan. Olehnya itu apapun alasannya pengerukan pasir laut tersebut harus di hentikan.

Sementara Jenderal lapangan Muhammad Ali dengan tegas menyatakan sikap. Mendesak Pemerintah Kabupaten Takalar untuk mencabut izin prinsip dan atau rekomendasi penambangan pasir laut di wilayah Galesong dan Sanrobone, serta meminta kepada Ketua dan Seluruh Anggota DPRD Takalar untuk mersama menolah tambang pasir laut di Galesong – Sanrobone dan unuk bersama kami mengawal seluruh proses hingga izin prinsip dan rekomendasi resmi di cabut.

Para pendemo yang  rencana menemui Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin tidak kesampaian lantaran konon Bupati Takalar bersama beberapa Kepala Dinas sedang menghadiri sebuah acara di Galesong. (Red).

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*