class="entry-header mh-clearfix">

EMPAT PEBISNIS SOSIAL SUL SEL IKUTI BOOTCAMP DI JAKARTA.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Gowa. Selama beberapa hari para impact inisiator yang berasal dari lima daerah, yakni Makassar, Medan, Pontianak, Padang, dan Jayapura sebanyak 20 orang akan mengikuti Bootcamp di Jakarta 1-5 Juni 2019 yang di adakan oleh Platform Usaha Sosial (PLUS), bekerja sama dengan British Council dan Social Entrepreneur Akademi.

Adapun Sosial Entrepreneur yang berasal Sulawesi Selatan sebanyak empat orang yakni Jamaluddin Dg Abu Pendiri Rumah Koran, Penggagas Kampung Sayur di Desa Kanreapia Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa, Aktif mengedukasi Petani untuk menjadi Petani Organik, Petani Literasi dan Petani Online di daerahnya.

Muhammad Taufan Gunawan Lentera Negeri, bergerak Di bidang pendidikan, dengan program utama beasiswa SAN(sekolah anak negeri) serta kelas nonformal Yang menggunakan sistem belajar kontekstual metode ini melibatkan pengalaman praktis sebagai sarana memahami dan menemukan ilmu. Di Lentera Negeri Teks hanya referensi, yg harus didialogkan dengan pengalaman praktis. Pengalaman praktis dapat berupa pengalaman yg dialami secara langsung hingga dengan melibatkan realitas persoalan praktis yg nyata terjadi. Metode pembelajaran kontekstual, melibatkan penalaran siswa terhadap realitas kekinian. Siswa dilibatkan sebagai subjek yg mengalami, menemukan dan menganalisis.

Oleh karena itu, metode ini mensyaratkan wacana yg dibedah adalah representasi dari persoalan hidup sehari-hari, yg dialami secara bersama. Ilmu diproduksi bukan sesuatu yang terberi, dan memutlakkan pembuktian secara empirik, bertitik tolak pada realitas kehidupan itu sendiri. Secara metodologi, aksiologi, ontolgi, dan epistemologi, semuanya bersandar pada konteks kehidupan itu sendiri, tidak terpisah atau tidak memisahkan diri dari persoalan kehidupan. Andrew Kresna Manager Tokosebelah, merupakan unit usaha dari “perpustakaan katakerja”.

Tokesebelah merupakan gerai yang memproduksi dan menjual berbagai merchandise literasi, serta membuka jasa titip jual kepada berbagai produsen, pengrajin, seniman dan penulis yang hendak memasarkan produknya. Rusmanhadi Takbir – CEO sekaligus Founder BINE, seorang mahasiswa asal Kab. Gowa, Universitas Muhammadiyah Makassar, yang saat ini begitu aktif dalam kegiatan sosial kepemudaan. BINE merupakan Sebuah organisasi kepemudaan yang bergerak dalam pemberdayaan pemuda membangun Indonesia melalui gagasan dan manuver inspiratif. Berfokus kepada 3 bidang yaitu entrepreneur, social dan education. Produk BINE ada 2 yaitu campaign product and Services. Diharapkan melalui Bootcamp ini mampu memperkuat jejaring antar Sosial Entrepreneur di Indonesia (Laporan:JMA)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*