class="entry-header mh-clearfix">

DIKLAT INSPIRATIF: KEMESTIAN JUBIR (2) OLEH: SARJONO.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Opini. Dalam instansi pemerintahan (daerah) diperlukan orang-orang bertalenta dan memiliki komoetensi menjadi juru bicara (jubir) guna membangun opini publik, menjaga, meningkatkan dan mempertahankan reputasi pemerintah secara kolektif. Secara sederhana Jubir adalah orang yang dipercayakan untuk tampil mewakili pimpinan berikut manajemen pemerintahan daerah. Ucapan atau perilaku nonverbal seorang Jubir ternyata setali tiga uang, turut mempengaruhi persepsi publik tentang suatu organisasi pemerintahan. Publik bisa bereaksi sangat cepat sembari memberikan penilaian, pada apa yang mereka lihat dan dengar dari seorang juru bicara. Reaksi publik terbangun solider, lantaran adanya jalinan relasi dan interaksi antara organisasi dengan berbagai komponen stakeholders. Dalam setiap interaksi, stakeholders memerlukan informasi yang transparan, jelas, dan akurat tentang apa yang tengah dihadapi sebuah instansi pemerintahan. Keingintahuan para stakeholder akan semakin meningkat ketika suatu instansi pemerintahan menghadapi masalah, terlebih lagi jika berujung pada soal krisis. Bagi stakeholders sekecil apapun masalah itu menjadi sesuatu yang bernilai karena mereka memiliki kepentingan.

Kadang kala lantaran menutup informasi misalnya, entah karena tak punya Jubir sehingga berkembang berbagai rumor streotipe. Instansi pemerintahan seperti organisasi lainnya, memang tak ubah makhluk hidup, yang senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Konsekuensi logisnya, jalinan interaksi tersebut kemudian akan melahirkan konfik dalam berbagai bentuk. Dengan konteks situasi di atas, peran Jubir dalam sebuah lembaga pemerintahan menjadi penting  keberadaannya untuk mengembalikan situasi. Pengangkatan Jubir bisa jadi atas otoritas. Sebaliknya bisa jadi pula dengan pertimbangan posisi strutktural. Jadi, Jubir dipercayakan pada orang khusus yang menangani satu bagian khusus dalam lembaga pemerintahan.

Jubir kerap tampil ke publik mewakili pimpinan daerah. Meskipun terkadang dalam beberapa kesempatan, pimpinan daerah turut pula memberikan keterangan, tetapi dalam aktivitas komunikasi secara rutin, Jubir-lah yang senantiasa tampil di depan publik. Begitupun dengan lembaga negara lainnya. Dari perspektif komunikasi, peran seorang Jubir akan dinilai menyangkut berbagai hal. Pertama, berkaitan dengan kecekatan penguasaan suatu masalah. Idealnya, seorang Jubir adalah orang yang menguasai masalah dengan didukung oleh data dan fakta sebagai bukti pendukung. Artinya sebelum tampil dan menyampaikan informasi kepada publik terlebih dahulu haruslah mengetahui secara lengkap konteks permasalahan yang terjadi berkaitan dengan instansinya. Jubir juga berperan menyeleksi informasi yang ada. Harus bisa meyakinkan mana informasi yang pantas disajikan menjadi informasi publik dan sebaliknya mana informasi yang tidak boleh disampaikan. Tentunya dengan mempertimbangkan ketentuan terkait informasi publik. Dalam kaitan ini sang Jubir mesti bisa memilah informasi yang menjadi otoritasnya dan mana yang bukan.

Kedua, seorang Jubir tidak boleh mencoba berbohong atau menutup-nutupi informasi. Harus tampil di depan publik. Ketiga, penampilan atau bahasa tubuh seorang Jubir ketika menjelaskan informasi. Semisal ketika menjelaskan suatu musibah, publik akan mengamati dan menilai, bagaimana raut mimik sang Jubir saat menyampaikan informasi itu: apa terlihat ikut sedih? Atau malahan tersenyum? Semua itu menjadi penting bagi seorang juru bicara.//Oleh: Sarjono [Mantan Ketua IPMLU Yogya] ��qSQB

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*