class="entry-header mh-clearfix">

DI DUGA LANTARAN PINTU SALURAN AIR DIBUKA. RATUSAN PETAK LAHAN PEMBUATAN GARAM DI EMPANG SARO’ TENGGELAM. PETANI GARAM SANGAT DIRUGIKAN.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Akhirnya petani garam yang  melakukan aktifitas di empang Saro’ yang berlokasi di Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Kab. Takalar gigit jari. Hal ini diduga kuat bahwa pihak pengelola empang yang merupakan aset pemerintah Takalar tersebut telah membuka pintu saluran air sehingga ratusan petak lahan pembuatan garam tenggelam. (Sabtu Pagi: 16-11-2019).

Menurut Safri Rapi kepada pembaharuanpost.com. bahwa “ Kejadian hari ini memang sangat disayangkan dan juga mengherankan. Karena biasanya aktifitas masyarakat petani garam  ramai-ramai berhenti mengelola ketikan musim penghujan telah tiba. Namun apa yang terjadi sekarang bukan lantaran hujan. Akan tetapi kuat dugaan pihak pengelola telah membuka saluran pintu air, sehingga berakibat fatal dan memaksa para penggarap harus gigit jari dan berhenti melakukan usahanya.” Ungkap Sapri Rapi.

“ Saya sendiri punya empat petak lahan yang saya garap sudah tenggelam. Sambung Sapri Rapi. Yang juga Ketua Forum Kemitraan Polis Masyarakat (FKPM) Desa Soreang.

“ kalau di taksir kerugian masyarakat di ibaratkan saja setiap petak masih bisa menghasilkan 30 karung sampai musim penghujan nanti. Jadi jika di kalkulasi 100 petak di kali 30 karung dengan harga perkarung 25 ribu. Berarti ada sekitar 75 juta rupiah kerugian masyarakat petani garam saat ini.” Urai Sapri Rapi

Perlu di ketahui. Bahwa sejakzaman Belanda sudah menjadi kebiasaan masyarakat petani garam yang juga sudah turun temurun bahwa kegiatan tersebut berakhir ketika musim penghujan telah menenggelamkan lokasi mereka.

Sehingga sangat di sayangkan ketika apa yang menjadi dugaan masyarakat, terkait pihak pengelola dengan sengaja membuka pintu saluran air tersebut sehingga berdampak pada tenggelamnya lokasi pengelolaan garam masyarakat. Berarti kenyataan ini sudah sangat tidak sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Takalar, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan dalam hal Program Pugar, yang telah menggelontorkan anggaran Milyaran Rupiah tersebut.(DM) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*