class="entry-header mh-clearfix">

DANA BANSOS DHARMA WANITA TAKALAR SEMAKIN HANGAT DAN MENJADI SOROTAN PUBLIK.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Kembali ramai di perbincangkan soal dana bantuan sosial (Bansos) yang di gelontorkan kepada Dharma Wanita di Takalar. Hal ini sangat wajar mengingat beberapa tahun lalu dana yang merupakan hibah tersebut, juga pernah hangat lantaran menjadi temuan BPK RI. Dan khusus untuk Dharma Wanita ketika itu keciprat Rp. 250 juta, dengan pembayaran dua kali tahap.

Sekarang kembali di munculkan oleh Sekda Takalar H. Arsyad.MM, dan memberikannya kepada Dharma Wanita yang di ketuai oleh Hj. Hamsyiah Hamzah.SH, yang tidak lain adalah istri Sekda sendiri. Yang walau konon terindikasi melabrak aturan, namu apa daya dana hibah tersebut telah cair sebesar Rp. 100 Juta, dan konon akan menyusul Rp. 150 juta dari rencana sebesar Rp. 250 Juta yang disediakan. Melihat besarnya anggaran dan tahapan tersebut, bisa dipastikan bahwa proses pencairannya akan copy paste dengan kejadian beberapa yang tahun  lalu.

Menanggapi hal tersebut. Direktur Eksecurive Gerakan Rakyat Menagih Janji (Gergaji) H. Imran Radjab Mursali angkat bicara. Bahwa lancarnya pencairan danah hibah kepada Dharma Wanita sangat di pahami lantaran Sekda adalah Ketua TAPD. “ Suaminya kan adalah ketua TAPD. Seharusnya tahu bahwa Dharma Wanita tidak boleh mendapatkan anggaran berturut-turut. Berarti dia (Baca: Sekda) sengaja melanggar hukum.” Ungkap Direktur Eksecutive Gergaji di depan Warung Pojok Simpang DPRD-SMA 3 Takalar. (Jumat. 01-11-2019).

Lain yang diungkap Direktur Gergaji. Devisi Pengawasan LSM Bakon, Kamal Raja Muda juga angkat bicara “ Kalau dulu dana hibah semacam Bansos sudah bermasalah dan menjadi temuan BPK RI tahun 2013. Kenapa harus di munculkan kembali. Terus dana Bansos di gelontorkan kepada Dharma wanita peruntukannya untuk apa ?, apakah untuk meningkatkan kwalitas kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat secara langsung ? anggaran itu tidak sedikit.” Ungkap Kamal Raja Muda mempertanyakan.

Kalau memang bantuan dana hibah Bansos yang telah di kucurkan kepada Dharma Wanita telah terindikasi melabrak aturan. Berarti Sekda Takalar selaku ketua TAPD telah salah kaprah dalam mengangambil kebikjakan dan seyogyanya harus tetap di permasahkan karena dana tersebut adakah milik rakyat, seharusnya dapat dipergunakan untuk kepentingan masyarakat yang mendesak. (red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*