class="entry-header mh-clearfix">

CAMAT MAPPAKASUNGGU, SAYANGKAN KEPALA SEKOLAH SD KALUKUANG KEP. TANAKEKE, YANG MALAS TUNAIKAN TANGGUNG JAWAB.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Pendidikan adalah salah satu solusi untuk kemajuan dan kemandirian bagi generasi muda bangsa ini yang harus di jaga dan dimajukan demi kemajuan setiap anak dinegeri ini agar melalui pendidikan semua generasi mampu bersaing dengan bangsa lain tapi tidak Kecamatan Kepulauan Tanakeke (Baca: Baru dimekarkan) yang sampai saat ini masih menui pelemik baik dimasyarakat ataupun di pemerintahan saat ini.

Kenapa tidak karena selama ini kita hanya tahu bahwa pendidikan di Kecamatan Kepulauan Tanakeke masih kekurangan guru bahkan yang aktif hanya guru honorer yang aktif, selin itu ada juga beberapa oknum Kepala Sekolah yang malas kepulau Tanakeke untuk menunaikan tugas dan tanggung jawabnya.salah satu diataranya Pattikai Tammu Kepala sekolah SD Kalukuang.

“ Kepala Sekolah kami (SD. Kalukuang) Malas Kepulau bahkan kegiatan belajar mengajar saya kadang sendiri mengajar di semua kelas,  guru honorer atau sukarela juga jarang masuk dikarenakan gaji bagi guru honorer tidak menunjang untuk kehidupan sehari-hari para guru, sayapun saat ini seperti supermen, mengajar di setiap kelas kadang badan ini pegal-pegal kalau selesai mengejar, harapan saya agar Kepala Sekolah ini bisa lebih rajin dan cara pemberian insentif juga perlu lebih terarah bagi guru yang rajin, apalagi beliau malas kepulau.”  Keluhnya seorang Guru.

Kepala Kecamatan Mappakasunggu  H. Bostan, H. S, S. Sos. MM. menyayangkan oknum-oknum kepala sekolah yang malas kepulau untuk menjalankan tugas dan fungsinya selaku ASN yang di amanatkan UU sebagai tugas tambahan, “Kasihan bagi anak-anak kepulauan Tanakeke kalau oknum kepala sekolahnya malas kepulau tentu guru-guru honorer yang tidak jelas gajinya setiap bulan tentu berpikir apa lagi insentifnya juga tdak jelas, kalau oknum kepala sekolah malas itu kami sayangkan”. Ungkapnya

Melihat fakta ini kami juga sangat kasihan bagi anak-anak kepulauan Tanakeke yang tentunya sangat memerlukan pendidikan yang sama dengan wilayah daratan. Sekolah di Wilayah Pulau, kadang setiap sekolah hanya dihuni 1 ASN, dan bahkan terkadang tidak ada. Dan beban tanggung jawabnya dikendalikan oleh tenaga sukarela atau honorer. Hal ini perlu tindakan tegas oleh pihak yang berwenang utamanya oleh pihak Dinas Pendidikan agar setiap saat mengontrol para ASN yang bertugas di Pulau termasuk Kepala Sekolahnya…… (Loparan: Basri Rangka)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*