class="entry-header mh-clearfix">

CABOR JUDO PUTRI PESEMBAHKAN MEDALI EMAS PERTAMA SULSEL, DI PON JABAR 2016. ATAS NAMA FANNI PIE.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

 PP. Nasonal. Atlet Judo Putri Sulsel, Fanni Pie (Biru) saat beralaga melawan Atlet Judo Puteri Jawa Barat Raisa Puspita pada partai Final Cabang olahraga Judo PON XXI di Bandung, Jawa Barat, Kamis 15 September 2016. Fanny Pie meraih medali pertama untuk Sulsel perak setelah dikalahkan oleh Atlet Jawa Barat.

Kedua atlet awalnya saling menjatuhkan. Namun Raisa mampu memanfaatkan kelengahan Fanny. Saat lengah itulah atlet berusia 27 itu melakukan bantingan di menit-menit akhir. Fanny pun dibuat tak berdaya.

Atlet Judo Putri Sulsel, Fanni Pie (dua kiri) saat menerima medali usai beralaga melawan Atlet Judo Puteri Jawa Barat Raisa Puspita pada partai Final Cabang olahraga Judo PON XXI di Bandung, Jawa Barat, Kamis 15 September 2016. Fanny Pie meraih medali pertama untuk Sulsel perak setelah dikalahkan oleh Atlet Jawa Barat. Wartakita/Iqbal

Raisa pun tak mampu membendung air matanya. Ia terharu karena mampu mengalahkan seniornya yang usainya terpaut 14 tahun. Matanya sembab. Lalu tangisnya pun pecah dipelukan Fanny usai pertandingan.

“Saya tidak menyangka bisa mengalahkan atlet senior yang sangat saya segani. Tapi inilah pertandingan. Saya juga ingin menyumbang medali untuk daerah saya. Apapun itu saya menaruh hormat pada Fanny,” sebut Raisa saat ditemui Sportanews.com usai penerimaan medali.

Fanny mengakui lawan yang dihadapi di final merupakan salah satu lawan berat. Usianya juga masih muda. Sejumlah prestasi di level nasional dan internasional sudah ia torehkan.

“Selain masih muda,  Raisa juga merupakan peraih medali emas di Kejuaraan Nasional Judo di Bali,” sebut Fanny.

Bagi Fanny, inilah penampilan terakhirnya di kancah judo tanah air. Ia memutuskan pensiun usai mengikuti PON XIX Jabar. Meski hanya mendapat perak namun Fanny merasa bersyukur. Alasannya, tergetnya di PON kali ini hanya perunggu.

“Tapi saya bersyukur bisa dapat medali perak. Padahal target saya di akhir penampilan saya tidak muluk-muluk. Hanya perunggu. Apalagi usia saya sudah 41 tahun. Ini menjadi penampilan saya yang terakhir. Setelah ini saya gantung sabuk. Saya ingin fokus di pekerjaan,” ungkapnya.

Tapi ia mengaku setelah pensiun selain bekerja, ia juga tak ingin jauh dari judo yang telah membesarkan namanya.

Atlet Judo Putri Sulsel, Fanni Pie. Wartakita/Iqbal

“Kalau nanti dipercaya menjadi pelatih, saya bersedia. Saya ingin berbagi ilmu dan pengalaman kepada atlet-atlet muda Sulsel,” ujarnya.

Atlet kelahiran Fanny pertama kali merasakan kerasnya persaingan di atas matras  di sebuah kejuaraan nasional pada 1993 di Jakarta.

Selama enam kali mengikuti PON, Fanny hanya sekali tidak menyumbang medali untuk Sulsel yakni pada PON pertamanya tahun 1992 di Jakarta. Setelah itu lima kali berturut-turut ia menymbang medali mulai perunggu, perak sampai medali emas.

Pertama mengikuti PON pada 1992 di Jakarta. Namun ia belum mampu berprestasi. Pada PON 1996 ia menyumbang medali perunggu. Berikutnya PON 2000 ia mendapat medali perak.Pada PON 2004,  medali perunggu, PON 2008, medali emas, PON 2012 medali perunggu dan terakhir perak PON 2016. (Wartakita)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*